in

Malam Ini Suhu Dingin di NTB Hingga 17 Derajat Celcius, Ini Sebabnya…

Ilustrasi suhu dingin

kicknews.today – Cuaca di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) beberapa waktu ini terasa semakin dingin. Malam ini, Sabtu (29/6) di kawasan Tanjung, Lombok Utara diprakirakan mencapai 17 derajat. Sedangkan di daerah lain diprakirakan bervariasi seperti di wilayah Mataram 18 derajat, Praya 19 derajat, Gerung, Selong dan Sumbawa Besar 19 derajat  dan daerah lain mencapai 20 derajat celcius.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam keterangan resminya menyatakan, fenomena penurunan suhu yang signifikan terutama pada malam hari ini terjadi sebagai akibat dari adanya aliran massa udara dingin dan kering dari wilayah benua Australia yang dikenal dengan aliran monsun dingin Australia.

Secara klimatologis, monsun dingin Australia aktif pada periode bulan Juni-Juni-Agustus, yang umumnya merupakan periode puncak Musim Kemarau di wilayah Indonesia selatan ekuator. Desakan aliran udara kering dan dingin dari Australia ini menyebabkan kondisi udara yang relatif lebih dingin, terutama pada malam hari dan dapat dirasakan lebih signifikan di wilayah dataran tinggi atau pegunungan.

Deputi Bidang Meteorologi, Drs. R. Mulyono R. Prabowo, M.Sc menerangkan, Hal ini tidak hanya terjadi di NTB, namun juga di sebagian wilayah Indonesia selatan ekuator, khususnya di wilayah Jawa hingga Nusa Tenggara.

“Kondisi musim kemarau dengan cuaca cerah dan atmosfer dengan tutupan awan sedikit di sekitar wilayah Jawa-Nusa Tenggara dapat memaksimalkan pancaran panas bumi ke atmosfer pada malam hari sehingga suhu permukaan bumi akan lebih rendah dan lebih dingin dari biasanya,” ungkapnya.

Kondisi ini bertolak belakang dengan kondisi saat musim hujan atau peralihan, dimana kandungan uap air di atmosfer cukup banyak karena banyaknya pertumbuhan awan, atmosfer menjadi semacam “reservoir panas” sehingga suhu udara permukaan bumi lebih hangat.

Berdasarkan data pengamatan BMKG, selama sepekan ini suhu udara lebih rendah dari 15 derajat Celsius tercatat di beberapa wilayah seperti di Frans Sales Lega (NTT) dan Tretes (Pasuruan), suhu udara rendah terukur di Frans Sales Lega (NTT) hingga 9.2 derajat Celsius pada tanggal 15 Juni 2019.

Kondisi suhu dingin tersebut akan lebih terasa dampaknya seperti di wilayah dataran tinggi Dieng (Jawa Tengah) ataupun daerah pegunungan lainnya dimana pada kondisi ekstrim dapat menyebabkan terbentuknya embun beku atau frost. Diprediksikan potensi kondisi suhu dingin seperti ini masih dapat berlangsung selama periode puncak musim kemarau, Juni-Juli-Agustus, terutama di wilayah Jawa hingga Nusa Tenggara. (red.)