in

Ini Maksud Polairud Polda NTB Tabur Bunga di Hari Bhayangkara Ke-73

Kasatrolda Polairud Polda NTB AKBP Dewa Wijaya, SH., MH. usai kegiatan tabur bunga di laut

kicknews.today – Momen peringatan Hari Bhayangkara ke-73 dimanfaatkan Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) dan jajaran, untuk tidak melupakan sejarah dengan mengenang kembali jasa para pahlawan. Pun demikian dengan Satuan Patroli Daerah (Satrolda) Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud) Polda NTB, yang terlibat aktif dalam tradisi tabur bunga ke laut, Selasa (25/6), yang dipusatkan di dermaga barang Pelabuhan Lembar, Lombok Barat.

Kepala Satrolda Polairud Polda NTB AKBP Dewa Wijaya, SH., MH. mengungkapkan, bagi personel Polair kegiatan tabur bunga di laut merupakan tradisi, yang harus dilaksanakan setiap peringatan Hari Bhayangkara.

“Ini sudah menjadi tradisi yang harus kita laksanakan, untuk menghormati para pahlawan yang gugur dalam pertempuran di laut,” ujarnya.

Dikatakan, selain itu pihaknya juga melaksanakan beberapa kegiatan lain, yang bersentuhan langsung dengan masyarakat seperti pembersihan sarana publik.

“Kegiatan yang kita lakukan dalam rangka HUT Bhayangkara ke-73 ini, kita melaksanakan kegiatan seperti mengikuti pembersihan tempat ibadah, kemudian pembersihan pantai kemarin kita laksanakan,” ucap kandidat doktor hukum di Universitas Mataram (Unram) ini.

Terkait fungsi pengamanan kawasan perairan NTB yang cukup besar yakni meliputi Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa, AKBP Dewa Wijaya mengatakan bahwa diperlukan peningkatan peralatan dan sumber daya manusia (SDM).

“Dengan tingkat kerawanan di laut NTB yang kawasan perairannya cukup besar, kami berharap nantinya ada peningkatan Alutsista (Alat Utama Sistem Persenjataan, red), dan juga kemampuan sumber daya manusia Polair yang ada di NTB,” terangnya.

Dijelaskan, khusus untuk keperluan operasional Satrolda Polairud Polda NTB, pihaknya berharap adanya penambahan kapal dan personel yang memiliki kemampuan water rescue yang dapat diandalkan.

“Untuk Satrolda secara keseluruhan anggota sampai saat ini, kami minta personel yang memang memiliki kualifikasi. Artinya, memiliki kemampuan penggunaan Alutsista kapal dan udara,” ujarnya.

Disebutkan, sebenarnya jumlah ideal personel yang dibutuhkan dilihat dari luas perairan yang membutuhkan pengawasan dan pengamanan, Satrolda Polairud Polda NTB membutuhkan 500 personel.

“Jumlah kami 224 personel, yang ideal adalah 500 orang. Yang untuk stand by rescue sampai saat ini, baru sejumlah dua regu,” tuturnya.

Walau demikian, lanjutnya, dari 224 jumlah personel yang ada saat ini, terdapat personel yang telah memiliki sertifikasi yang dibutuhkan.

“Penyelam juga ada. Saya sendiri wajib memiliki Sertifikasi Bahari dan Penerbang. Kami juga memiliki sertifikasi untuk diving, master david,” jelasnya. (red)