in

Lomba Tausiyah Agama “Fiqih Jalanan” Meriahkan Hari Bhayangkara ke-73

Wadir Lantas Polda NTB AKBP Dessy Ismail SIK saat memberikan sambutan pada acara pembukaan lomba

kicknews.today – Guna memeriahkan peringatan Hari Bhayangkara ke-73 yang jatuh pada 1 Juli 2019 mendatang, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB), Senin (24/6), menggelar Lomba Tausiyah/Ceramah yang mengusung tema “Fiqih Jalanan” tingkat Polres jajaran dan tingkat SMA/SMK. Gelaran lomba yang dijiwai semangat Bhayangkara dan Quick Wins Polri itu, dilaksanakan di Hotel Mataram Square.

Wakil Direktur Ditlantas Polda NTB AKBP Dessy Ismail, S.I.K. dalam sambutan acara pembukaan mengungkapkan, Lomba Tausiyah yang merupakan pengejawantahan Program Trampolin (Traffic Moeslim Police Indonesia) itu, diikuti peserta dari unsur Polri dan siswa tingkat SMA/SMK sederajat.

“Sepuluh peserta dari unsur Kepolisian sebagai perwakilan Polres jajaran dan peserta dari unsur pelajar tingkat SMA/SMK sederajat. Untuk peserta dari SMA/SMK kita Tarik satu peserta per kabupaten/kota se-NTB,” ujarnya.

Dikatakan, digelarnya lomba ini bertujuan agar semua peserta, nantinya menjadi motor kesadaran dalam berlalulintas di tengah masyarakatnya. Khusus peserta dari unsur pelajar, diharapkan dapat menjadi duta kesadaran berlalulintas di sekolah dan di masyarakat.

“NTB dikenal dengan Pulau Seribu Masjid. Banyak tokoh agama berpengaruh, sehingga kita perlu memasuki wilayah pesantren, untuk ketertiban berlalulintas, agar mengajak peran aktif muda-mudi. Tokoh agama agar ikut kampanye keselamatan berlalulintas,” jelasnya.

Dijelaskan, sebagai materi tausiyah/ceramah peserta dapat mengadopsi tujuh prioritas Ditlantas Polda NTB, dalam menanamkan kesadaran berlalulintas di tengah masyarakat.

“Yang pertama, penggunaan helm pada pengendara di NTB yang baru 20 persen, sisanya masih jarang menggunakan helm,” contoh Wadir Lantas.

Selain itu, dapat pula mengupas tentang penggunaan sabuk pengaman bagi pengendara roda empat. Selanjutnya, masalah kecepatan atau batas kecepatan maksimal, pengaruh miras dan obat terlarang, pengendara di bawah umur, penggunaan hp, dan melawan arus.

Lebih jauh AKBP Dessy Ismail memaparkan, dalam rentang waktu 1 Januari hingga 23 Juni 2019, di NTB tercatat 663 kasus kecelakaan lalu lintas (lakalantas) dengan 205 jiwa korban meninggal dunia, luka berat 153 jiwa dan 660 jiwa luka ringan.

“Untuk itu kesadaran meski ditingkatkan,” tandasnya. (red)