in

Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Penjualan PLN UIW NTB Meningkat 5,5 Persen

General Manager PLN UIW NTB Rudi Purnomoloka

kicknews.today – Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB), pada Kuartal I tahun 2019 berhasil meningkatkan penjualan sebesar 5,5 persen. Hal ini tidak lepas dari upaya PLN memudahkan masyarakat, dalam mendapatkan listrik dan meningkatkan kinerja operasi. Demikian disampaikan General Manager (GM) PLN UIW NTB Rudi Purnomoloka, Senin (24/6), di Mataram.

Dikatakan, pada Kuartal I tahun 2019 pertumbuhan meningkat sebesar 32 Terra Watt Hour (TWH), dibanding kuartal yang sama pada tahun sebelumnya. Dimana pada Kuartal I tahun 2018 lalu penjualan listrik sebesar 582 TWH, meningkat menjadi 615 TWH pada Kuartal I tahun 2019.

Peningkatan penggunaan listrik itu menurut penilaian Rudi, menunjukan bahwa tingkat konsumsi listrik masyarakat kian meningkat.

“Naiknya penggunaan listrik ini tentu menjadi sinyal positif, bahwa ekonomi masyarakat NTB terus tumbuh,” ujarnya.

Selain faktor pertumbuhan ekonomi, sebut Rudi, salah satu faktor yang mendukung peningkatan penjualan listrik itu adalah terus meningkatnya rasio elektrifikasi (RE). Dimana sepanjang tahun 2018 RE NTB, telah mengalami pertumbuhan sebesar 92 persen dari 82 persen pada 2017, meningkat menjadi 92 persen di akhir 2018. Sementara pada akhir Kuartal I tahun 2019 ini menjadi 95,8 persen.

Dijelaskan, peningkatan RE itu didorong dengan adanya Program Listrik Desa (Lissa), yakni dengan melakukan perluasan jaringan listrik ke daerah-daerah terpencil yang belum teraliri listrik. Lebih-lebih didukung juga adanya program pasang baru subsidi, untuk daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) yang dicanangkan pemerintah.

“Tahun 2018 juga bisa kita tutup dengan 100 persen desa di NTB telah terlistriki. Setelah Desa Sarae Ruma dan Desa Pusu di Kabupaten Bima berhasil kami listriki. Saat ini juga kami sedang proses membangun jaringan listrik, ke Dusun Punik Kecamatan Batulanteh di Sumbawa,” tuturnya.

Lebih jauh Rudi membeberkan bahwa untuk memenuhi kebutuhan listrik di NTB, beberapa pembangkit baru saat ini sedang dalam proses konstruksi dan akan beroperasi, di antaranya PLTMGU Lombok Peaker berkapasitas 150 MW, PLTU Sumbawa Barat berkapasitas 2×7 MW, serta PLTMG Sumbawa dan PLTMG Bima masing-masing berkapasitas 50 MW.

Pihaknya berharap, dengan penambahan pasokan daya listrik tersebut, nantinya dapat memberi dukungan pada peningkatan perekonomian masyarakat hingga industri. Selain itu, ketersediaan pasokan daya membuat PLN kian optimis, dapat memenuhi kebutuhan listrik di NTB baik untuk peningkatan RE maupun untuk mendorong investasi.

“Pasokan listrik kami siapkan. Oleh karena itu kami mengundang para investor, untuk membangun bisnisnya di NTB. Tidak perlu khawatir dengan masalah listrik. PLN akan siapkan berapapun kebutuhannya,” ujar Rudi. (red)