in

KTT ke-34 ASEAN Adopsi Usulan Outlook ASEAN terkait Indo-Pasifik

Presiden Jokowi saat menyampaikan Outlook ASEAN terkait Indo-Pasifik dalam Pleno KTT ke-34 ASEAN di Bangkok

kicknews.today – Usulan Indonesia dalam Outlook ASEAN mengenai Indo-Pasifik, Sabtu (22/6), telah diadopsi pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-34 Association of Southeast Asian Nations (ASEAN), yang digelar di Bangkok, Thailand, seperti rilis Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden yang diterima kicknews.today, Minggu (23/6) pukul 08.48 Wita.

Outlook ini mencerminkan sentralitas dan kekuatan ASEAN dalam menghormati prinsip-prinsip menjaga perdamaian, memperkuat budaya dialog, serta memperkokoh kerjasama,” demikian disampaikan Presiden Jokowi ketika berbicara pada Pleno KTT ke-34 ASEAN di Hotel Athenee, Bangkok, Thailand.

Presiden Jokowi menyampaikan apresiasi terhadap semua negara ASEAN, yang telah memberikan kontribusi besar dalam pengembangan Outlook tersebut.

Disampaikan, Outlook ASEAN mengenai Indo-Pasifik menjadi lebih penting artinya di tengah perkembangan dunia saat ini. Hal itu mengingat perang dagang Amerika Serikat dan China yang dikhawatirkan menjadi “multi-front war”.

“Perang dagang antara Amerika Serikat dan China belum membaik,” kata Presiden Jokowi.

Karena itu Presiden Jokowi mengatakan bahwa ASEAN harus kuat, ASEAN harus bersatu, dan ASEAN harus mampu menjadi motor perdamaian dan stabilitas Asia Tenggara.

Selain isu Indo-Pasifik, dalam pertemuan Pleno KTT ASEAN itu, Presiden juga mengajak penegasan komitmen ASEAN, bagi penyelesaian perundingan Regional Economic Partnership Agreement (RCEP).

Di bagian akhir pernyataannya, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa gedung baru kantor Sekretariat ASEAN telah selesai dibangun dan siap diresmikan pada 8 Agustus 2019, bertepatan dengan ulang tahun ASEAN ke-52.

Sementara dalam pertemuan Pemimpin ASEAN dengan Inter-Parliamentary Assembly (AIPA) pada sore harinya, Presiden Jokowi berharap agar ASEAN dan AIPA dapat berkolaborasi dengan baik.

Kolaborasi yang dimaksud Presiden Jokowi adalah pada pemajuan dan perlindungan Hak Azasi Manusia (HAM) dan hak-hak perempuan, perlindungan anak hingga perlindungan pekerja migran, serta demokrasi dan perdamaian di kawasan.

“Dengan kolaborasi di bidang-bidang yang saya sebutkan tadi, saya yakin ASEAN akan semakin bermanfaat bagi rakyatnya dan semakin dihormati di dunia,” tandas Presiden Jokowi. (red)