in

Mepromosikan Pariwisata Tiga Gili Melalui “Gili Menggawe”

Bupati Najmul saat menghadiri event gili menggawe (foto: rico)

kicknews.today – Pariwisata di Tiga Gili (Trawangan, Meno, dan Air) terus dipromosikan. Teranyar para pengusaha bersinergi dengan pemuda, pun pihak desa menggelar sebuah event bertajuk Gili Menggawe. Event yang diselenggarakan di Dusun Gili Air Desa Gili Indah tersebut, rupanya bukan sekadar event biasa. Pasalnya, berbagai kegiatan akan terlaksana dengan estimasi satu bulan penuh.

Ketua Panitia penyelenggara Andrian Yosaredo mengungkapkan, event yang diselenggarakan ini adalah event dan akan dilaksanakan setiap tahunnya. Tujuannya jelas, yaitu untuk mempromosikan pariwisata tiga gili kepada masyakat dunia. Sejumlah kegiatan yang akan disuguhkan, antara lain adat budaya, pasar rakyat, sejumlah perlombaan, Gili Thriatlon, hingga festival. Wisatawan mancanegara maupun nusantara menjadi sasaran utama kaitan dengan suguhan acara tersebut.

“Kami maksudkan percepatan wisata Tiga Gili, maka kami sangat perlu adakan festival seperti ini. Sehingga mampu berikan dampak, perpaduan olahraga budaya dan aktivitas mulai dari 15 Juni sampai 15 Juli sebulan penuh,” ungkapnya saat memberikan sambutan pembukaan Gili Menggawe, di Gili Air, Sabtu (15/6) malam.

Tidak hanya itu, dalam mensukseskan program Provinsi NTB yakni Zero Waste pihaknya mengatakan akan dilakukan cleaning up gili yang akan diselenggarakan setiap Jumat. Di mana seluruh masyarakat pun wisatawan akan berlomba mengumpulkan sampah plastik supaya gili bebas dari limbah berbahaya itu. Adapun sumber pendanaan atas event yang diselenggarakan yakni melalui iuran warga yang notabene menyumbang hingga 50 persen, selebihnya anggaran didapat dari ADD dan para pengusaha setempat.

“Kami juga dukung program Zero Waste, nanti akan free plastic campaign. Sumber pendanaan dari para sponsor sumbangan masyarakat juga yang mengcover 50 persennya. Kita harapkan tahun depan pemerintah daerah bisa mengakomodir,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Gili Indah Suburudin menjelaskan event ini tidak akan terselenggara jika para pengusaha dan masyakat memberikan ide-ide dan masukan pula dari para pemuda gili air secara khusus. Mereka menuangkan semangat mempromosikan pariwisata yang nantinya dapat memberikan dampak signifikan terhadap ekonomi di tiga pulan tersebut.

“Karena dengan semangat pariwisata akan dapat perubahan yang signifikan, gempa sangat berdampak pada industri pariwisata. Ini tak buat kita diam kita berbuat sesuatu karena kita sadar pariwisata menopang KLU secara umum,” jelasnya.

“Event dilakukan semata untuk membangkitkan, kami mencoba untuk menampilkan Tiga Gili atau Lombok secara umum tidak hanya punya aset alam, kita tunjukkan kita punya aset budaya,” imbuhnya.

Sementara Bupati Lombok Utara H. Najmul Akhyar menyampaikan ajang promosi ini tentu tidak lepas lantaran gempa yang sempat melanda daerah. Maka sudah sewajarnya baik pemerintah, maupun pengusaha kembali mempromosikan sektor pariwisata tersebut. Najmul mengimbau supaya warga tidak lagi melihat ke belakang, namun harus melihat ke depan sebab masa depan Lombok Utara sudah menunggu.

“Ini merupakan sangat membantu dalam rangka memberikan dukungan pada pemerintah jadikan wisata primadona. Jika di asumsikan piramida, puncaknya itu adalah pariwisata, sementara sektor lain seperti pertanian adalah pendukungnya. Ini Jadi momentun untuk promosikan dan kita bisa lakukan banyak hal,” ujarnya.(iko)