in

Kapolres Dan Dandim Pimpin Apel Penutupan Operasi Ketupat 2019 di Lombok Tengah

kicknews.today – Polres Lombok Tengah (Loteng) melaksanakan apel konslidasi berakhirnya operasi ketupat gatarin 2019 dan persiapan pengamanan penselisihan hasil pemilihan umum (PHPU), Kamis (13/6). Kegiatan yang dipusatkan di halaman Polres Lombok Tengah itu dipimpin Kapolres Lombok Tengah, AKBP Budi Santosa, S.I.K, M.H bersama Dandim 1620 Lombok Tengah, Letkol CZI Prastiwanto.

Kapolres Lombok Tengah, AKBP Budi Santosa membacakan amanat Kapolda NTB mengatakan, bahwa apel konsolidasi ini dilaksanakan untuk mengetahui sejauh mana hasil pelaksanaan operasi ketupat gatarin 2019 baik dalam bentuk kesiapan personil maupun sarana pendukung yang setelah gelar, sehingga kegiatan operasi berjalan dengan optimal dan berhasil sesuai dengan tujuan serta sasaran yang telah ditetapkan.

“Pelaksanaan operasi ketupat gatarin 2019 yang dimulai dari tanggal 29 Mei sampai dengan 10 Juni dapat berjalan sesuai dengan yang direncanakan dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat baik sebelum pelaksanaan hari raya Idul Fitri pada saat hari raya idulfitri dan pasca hari raya Idul Fitri situasi Kamtibmas tetap terkendali,” jelasnya.

Lanjutnya, hal ini dapat terlihat dari data kecelakaan lalu lintas pada operasi ketupat katering 2018 dibandingkan tahun 2019 yaitu jumlah lakalantas tahun 2018 sejumlah 35 kejadian dengan korban meninggal dunia sebanyak 11 orang Luka berat sebanyak 20 orang luka ringan sebanyak 38 orang. Sedangkan tahun 2019 jumlah lakalantas sebanyak 17 kejadian atau ada penurunan tren 51% meninggal dunia sebanyak 8 orang atau ada penurunan trend 27% luka berat sebanyak 5 orang atau ada penurunan trend 75% dan luka ringan sebanyak 19 orang atau ada penurunan trend 47%. Demikian pula dengan gangguan Kamtibmas mengalami penurunan yaitu pada tahun 2018 terjadi gangguan Kamtibmas sebanyak 112 kasus dan tahun 2019 sebanyak 83 kasus dan ada penurunan trend Hal ini dapat tercipta berkat kerja keras dan dedikasi yang tinggi dari seluruh personil yang melaksanakan operasi.

“Selain konsolidasi selesainya operasi ketupat Gatarin 2019. Polisi dan TNI juga harus mengkonsolidasikan persiapan pengamanan sidang perselisihan hasil pemilihan umum tahun 2019 sebagai wujud kesiapsiagaan untuk mengantisipasi hal-hal yang dapat mengganggu pelaksanaan Pemilu tahun 2019,” ungkapnya.

Ia menegaskan, apel konsolidasi kesiapan pengamanan sidang perselisihan hasil pemilihan umum tahun 2019 perlu dilaksanakan mengingat perkembangan situasi yang terjadi di tingkat nasional akan berpengaruh di tingkat Daerah. Apalagi gugatan pemilu yang masuk ke Mahkamah Konstitusi dari Provinsi NTB terdiri dari 8 gugatan berasal dari parpol dan satu berasal dari DPD, sehingga perlu diantisipasi yang dimulai pada tanggal 14 sampai dengan 26 Juni 2019.

Dalam kesempatan yang penuh semangat dan rasa kebersamaan ini Kapolres mengajak seluruh komponen masyarakat untuk mendukung keberhasilan dalam pelaksanaan tugas yang sedang dihadapi, untuk itu perlu disampaikan beberapa hal untuk menjadi pedoman diantaranya.

“Untuk pelaksanaan operasi ketupat yang akan datang hasil yang telah diperoleh dengan biasa untuk terus dipertahankan bila perlu ditingkatkan untuk menekan angka Lakalantas maupun pelanggaran lalu lintas,” jelasnya.

Selain itu, apel ini juga dalam rangka sidang perselisihan hasil pemilihan umum tahun 2019 tetap waspada dengan meningkatkan deteksi dini dan deteksi aksi terhadap orang atau kelompok yang yang berpotensi menimbulkan kerawanan bagi kelancaran persidangan PHPU.

“Terus pertahankan kesiapsiagaan dan kewaspadaan seluruh personel dalam menghadapi setiap potensi gangguan sepanjang penyelenggaraan sidang PHPU serta menjaga dan pelihara soliditas dan integritas seluruh komponen penyelenggara pengamanan hindari pelanggaran dan perilaku yang dapat mencederai keberhasilan pelaksanaan tugas,” ujarnya.

“Marilah kita jadikan apel konsolidasi berakhirnya operasi Ketupat Gatarin 2019 dan kesiapan pengamanan sidang perselisihan hasil pemilihan umum tahun 2019 ini,” pungkasnya. (Ade)