in

Terkendala Dana, KLU Urung Rekrut 500 Fasilitator

Tim fasilitator saat tengah mendampingi warga membangun huntap (foto: riko)

kicknews.today – Rekruitmen tenaga pendamping atau Fasilitator bagi korban gempa di Lombok Utara, rupanya tidak bisa terealisasi. Meski sebelumnya Bupati H. Najmul Akhyar pun pihak BPBD KLU telah mengemborkan akan merekrut 500 orang, tetapi nyatanya tidak demikian.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD KLU Muhadi, Kamis (13/6) mengungkapkan jika dari estimasi 500 Lombok Utara hanya diberikan 115 orang saja. Bukan tanpa sebab, kuota tersebut berdasarkan keputusan pemerintah pusat setelah Pemprov NTB melakukan konsultasi.

“Ternyata setelah BPBD Provinsi melakukan komunikasi ke pusat dalam hal ini BNPB ternyata belum di dahului proposal. Jadi terkait dengan informasi yang sudah di sampaikan, kami sampaikan permohonan maaf kepada masyarakat,” ungkapnya.

Dijelaskan, ada beberapa kendala yang menyebabkan rencana tersebut gagal realisasi antara lain ketersediaan dana, sehingga setelah informasi yang didapat dari BNPB ternyata rekrutmen tersebut bukan pada angka 500 orang melainkan 115 fasilitator CPNS yang harus diganti.

“Mengenai rekrutmen tersebut apakah akan dilakukan oleh pemprov atau akan diserahkan kepada pemerintah kabupaten, ” jelasnya.

Jika dilihat dari daftar jumlah fasilitator yang diserahkan ke daerah terdapat kurang lebih 330 orang yang melakukan kontrak. Tapi sejumlah orang mengajukan pindah ke luar daerah lain tercatat sekitar 20 orang sehingga masih tersisa saat ini sekitar 310 orang.

“Dari 310 orang inilah yang dimanfaatkan sebagai pendamping masyarakat yang tentu bebannya cukup berat, bagaimana tidak satu orang fasilitator itu sampai mendampingi 20 sampai 30 pokmas. Jadi pendampingan yang diharapkan maksimal justru kurang,” sebutnya.

Untuk saat ini pihaknya juga sedang menunggu informasi dari rekrutmen tersebut. Ia mengaku keberadaan fasilitator di KLU memang sangat kurang. Oleh sebab itu jika nanti seandainya rekrutmen fasilitator jadi dilakukan pihaknya berharap lebih mengutamakan putra daerah.

“Jangan sampai seperti apa yang kita lihat sekarang ini banyak fasilitator tidak tinggal di lokasi yang mereka dampingi. Sehingga banyak waktu mereka terbuang,” pungkasnya.(iko)