in ,

Bertemu Apindo dan Hippindo, Presiden Jokowi Bicarakan Terobosan Ekonomi

Presiden Jokowi saat menerima pengurus Apindo dan Hippindo di Istana Merdeka, Jakarta

kicknews.today – Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mengadakan pertemuan dengan sejumlah pelaku usaha. Setelah sehari sebelumnya menerima pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), Kamis (13/6) pagi, Presiden Jokowi menerima Pengurus Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) di Istana Merdeka, Jakarta.

Dalam pertemuan ini, Kepala Negara kembali ingin mendengar masukan dari kedua organisasi yang memayungi sejumlah pelaku usaha Indonesia tersebut, sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan untuk meningkatkan perekonomian.

“Hari ini saya ingin mendapatkan masukan dari Apindo dan Hippindo. Saya ingin masukan-masukan yang lebih konkret, nyata, dan cepat bisa dilaksanakan, sehingga bisa memberikan efek ekonomi yang baik pada negara kita,” ujarnya di awal pembicaraan seperti rilis Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden yang diterima kicknews.today, Kamis (13/6) pukul 12.59 Wita.

Kepala Negara menekankan, ke depan pemerintah ingin mengeluarkan terobosan-terobosan perekonomian, yang akan memacu perekonomian nasional lebih jauh lagi. Untuk itu, Presiden berharap agar para pelaku usaha yang hadir dapat memberikan pandangan kritis bagi pemerintah, untuk mengeluarkan kebijakan ekonomi yang dapat segera dirasakan manfaatnya.

“Dari sisi regulasi, mungkin bisa revisi undang-undang. Mungkin, kalau diperlukan, mengeluarkan Perppu misalnya. Kalau itu memang diperlukan sekali dan posisinya sangat penting, ya akan kita keluarkan,” tuturnya.

Lebih jauh Presiden mengatakan, salah satu program prioritas pemerintah pada periode kedua nanti ialah membenahi perekonomian dan kondisi dunia usaha. Upaya tersebut utamanya dimaksudkan untuk menggenjot ekspor produk-produk Indonesia ke mancanegara, dan meningkatkan investasi untuk dapat mengatasi defisit transaksi berjalan maupun defisit neraca perdagangan.

“Jangan sampai lah kita ini investasi dan ekspor kalah (lagi) dengan Singapura. Sudah lama kita kalah dengan Malaysia. Kalah dengan Thailand, Filipina, terakhir kita kalah lagi dengan Vietnam,” kata Presiden.

Menurutnya, permasalahan defisit yang dialami Indonesia selama puluhan tahun, sebenarnya dapat diatasi dengan kerjasama yang baik antara pemerintah dan dunia usaha. Selain itu, Indonesia juga memiliki sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM), yang sebenarnya tak kalah dengan negara lain.

“Saya kira ini sebetulnya sesuatu yang kalau kita bisa bekerjasama dengan baik antara pemerintah dan dunia usaha, ini juga bukan barang yang sulit sebetulnya. Tetapi memang ada regulasi dan beberapa undang-undang yang harus kita revisi,” tandasnya.

Tampak hadir dalam pertemuan tersebut, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki, Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana, Ketua Umum Apindo Hariyadi B. Sukamdani, dan Ketua Umum Hippindo Budihardjo Iduansjah. (red)