in

Seorang Bandar Sabu di Lombok Tengah  Dibekuk Polisi

kicknews.today – Anggota Satresnarkoba Polres Lombok Tengah, Senin (10/6) kembali berhasil meringkus seorang pelaku inisial LY (40) yang diduga sebagai bandar Narkotika jenis sabu. Pelaku yang merupakan warga Desa Batunyala, Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah ditangkap di rumahnya, pukul 14.30 wita.

Kepala Satresnarkoba Polres Lombok Tengah, AKP Dhafid Shiddiq yang dikonfirmasi membenarkan kejadian penangkapan terduga bandar barang haram tersebut.

“Iya benar, terduga pelaku dan barang bukti sudah diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujar AKP Dhafid Shiddiq di kantornya, Selasa (11/6).

Dijelaskan, penangkapan terhadap pelaku itu berawal dari informasi masyarakat terkait peredaran barang haram tersebut, sehingga pihaknya langsung turun melakukan penyelidikan terhadap informasi tersebut.

“Penangkapan pelaku ini atas informasi masyarakat, bahwa di Desa Batunyala sering terjadi transaksi narkotika yang dilakukan oleh pelaku,” jelasnya.

Labih lanjut, Berdasarkan informasi itu selanjutnya anggota melakukan penyelidikan dan pemantauan terhadap aktivitas pelaku di rumahnya. Setelah diyakini bahwa memang benar di rumah pelaku digunakan untuk transaksi Narkoba. Kemudian anggota melakukan penangkapan dan penggeledahan terhadap pelaku di rumahnya.

“Pelaku ditangkap tanpa perlawanan,” ujarnya.

Dikatakan, selain mengamankan pelaku, petugas juga berhasil mengamankan berbagai barang bukti (BB) diantaranya tiga poket sedang kristal bening diduga narkotika golongan 1 jenis sabu, satu poket kecil kristal bening diduga narkotika golongan 1 jenis sabu, satu timbangan, satu bungkus klip kosong, tiga korek api, satu buah gunting, satu buah skop sabu, pipet dua buah dan uang sejumlah Rp 600 ribu yang diduga hasil penjualan.

“Total barang bukti sabu yang diamankan yakni 4,2 gram,” katanya.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya, pelaku akan dijerat Pasal 114 Jo Pasal 112 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman minimal lima tahun penjara.

“Pelaku masih belum mau buka suara terkait asal usul barang haram tersebut. Kasus ini masih kita kembangkan,” pungkasnya. (Ade)