in

Ini Wujud Toleransi saat Pawai Takbiran di Lombok Barat

kicknews.today – Ribuan umat Muslim Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (4/6) malam, tumpah ruah mengikuti Pawai Takbiran. Menariknya, Pawai Takbiran di kecamatan dengan julukan “Kota Air” ini tidak hanya diikuti warga Muslim, warga Dusun Gandari yang didominasi umat Hindu pun tak mau ketinggalan ikut Pawai Takbiran.

Dari pantauan media, sepuluh perwakilan warga Muslim dan 90 umat Hindu dari dusun yang namanya mengambil nama Permaisuri Prabu Duryudhana dalam legenda Mahabharata itu, dengan mengenakan pakaian adat dan musik tradisional Bali, Peleganjur lengkap dengan iringan bendera tunggul, payung, dan spanduk tampak antusias mengikuti pawai tersebut.

“Pengalaman ini luar biasa banget, karena bisa ikut serta memeriahkan acara takbiran. Ini juga baru pertama kali untuk warga Dusun Gandari ikut,” kata I Ketut Suweca, tokoh pemuda Dusun Gandari usai pawai.

“Jadi, semua anak dan remaja, bahkan ibu-ibu pun ada yang berpartisipasi untuk ikut,” imbuhnya.

Ia mengaku partisipasi umat Hindu dalam acara ini disambut baik panitia. Bahkan kontingen mereka diberikan barisan kedua dari depan dalam iring-iringan pawai.

“Pertama datang kami langsung disambut baik banget sama panitia. Langsung diarahkan untuk baris di urutan kedua,” ujarnya.

Ia menjelaskan, selain untuk menunjukkan toleransi antar umat beragama, dirinya bersama warga dan tokoh masyarakat sengaja ambil bagian dalam kegiatan itu, sebagai bentuk dukungan untuk mewujudkan Narmada menjadi destinasi wisata yang bertemakan toleransi.

Ia juga berharap apa yang diwujudkan Dusun Gandari, dapat menjadi contoh kerukunan antar umat beragama demi terciptanya kedamaian.

“Kami berharap bisa tetap ikut memeriahkan acara takbiran di setiap tahunnya, dan selalu saling menghormati satu sama lain,” harapnya. (red)