in

Terindikasi Pilih Caleg Lain, Guru Lembaga Pendidikan NW di Lombok Tengah Dipecat

kicknews.today – Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak 2019 memang penuh dengan fenomena. Karena terindikasi tidak memilih calon legislatif (caleg) yang ditentukan pihak yayasan, seorang guru di Madrasah Aliyah (MA) Darunnasihin Nahdlatul Wathan (NW) Desa Ranggagata Kecamatan Praya Barat Daya (Prabarda) Kabupaten Lombok Tengah atas nama Zaka Ayu Antari, S.Pd. diberikan ucapan terima kasih alias dipecat.

Agus Satriawan, suami Zaka Ayu Antari, S.Pd. kepada kicknews.today, Senin (27/5) malam, mengatakan bahwa itu memang kewenangan pihak yayasan, dan pemecatan sepihak terhadap tenaga pendidik di Yayasan Pondok Pesantren (Ponpes) Darunnasihin NW telah tiga kali terjadi.

“Itu memang hak dan kewenangan yayasan. Tapi masak iya, hanya gara-gara beda pilihan dalam pileg, guru yang sudah lama mengabdi dipecat begitu saja,” katanya.

Dikatakan, sebelumnya kasus pemecatan juga dialami seorang guru Madrasah Ibtida’iyah (MI) atas nama Aini Lia Hastuti, S.Pd.I.

“Kalau Ibu Aini dari Desa Ungga dipecat, hanya gara-gara anaknya tidak mau dipindah sekolah ke Darunnasihin,” ucap Agus yang juga Kepala Seksi (Kasi) Pelayanan Kantor Desa Ranggagata itu.

Lebih jauh Agus mengatakan, posisi istrinya serba salah. Dimana saat para dewan guru dikumpulkan oleh pihak yayasan dan ditanyai satu per satu, pada waktu itu istrinya diam atau tidak menjawab.

“Saya suaminya kan perangkat desa, jadi saat istri saya ditanya tentang pilihannya, istri saya diam. Sebagai istri perangkat desa, istri saya kan harus menunjukkan netralitasnya, biar nanti saya tidak disalahkan oleh aturan. Itu yang dijaga istri saya,” terangnya.

Menurutnya, seharusnya pihak Yayasan Ponpes Darunnasihin NW lebih bijak, dalam menyikapi dan mengambil kebijakan.

Sementara Ibu Zaka Ayu Antari, S.Pd. yang telah mengabdi sebagai tenaga pendidik di MA Darunnasihin NW Ranggagata, sejak tahun 2012 mengungkapkan, kalau dirinya tidak menyangka akan diberhentikan gara-gara diindikaskan tidak memilih caleg Partai Keadilan Sejahtera (PKS) inisial HMB.

“Ini kan masalah kata hati dan pilihan. HMB (nama ada di redaksi) kan sudah pernah jadi anggota dewan, jadi kita kan tahu kiprahnya untuk masyarakat,” ungkapnya.

Menurutnya, alangkah kurang bijaknya pengurus yayasan yang terlalu berlebihan dalam menyikapi hal tersebut.

“Memang kami para dewan guru pernah dikumpulkan dalam rapat, dan diarahkan serta disuruh agar memilih, caleg yang sudah ditentukan pihak yayasan, mulai dari caleg DPRD Kabupaten, Provinsi, DPR RI, dan DPD. Saat ditanya satu satu, waktu itu saya diam,” tuturnya.

“Bahkan sempat terlontar waktu itu, untuk DPRD Provinsi kita disuruh tidak memilih caleg dari Desa Ranggagata,” timpal Agus (suaminya) sembari menambahkan bahwa saat itu Ketua Yayasan mengatakan, “apa yang diberikan sama dia (caleg DPRD Provinsi, red),” menirukan cerita istrinya.

Sementara itu hingga berita ini diturunkan, Ketua Yayasan Darunnasihin NW Ranggagata Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah belum bisa dikonfirmasi terkait persoalan tersebut. (Ade)