in

Admin Hati-hati… Polda NTB Datakan Grup Terindikasi Tempat Penyebaran Hoaks

Kabid Humas Polda NTB, AKBP Purnama. SIK

kicknews.today – Ujaran kebencian atau hate speech semakin marak di beberapa group Facebook di Lombok padahal secara hukum, Admin Grup-grup tersebut bisa dijerat dengan ancaman pidana.

Contohnya seperti di grup ‘kecimol merpati’ dan grup-grup lain yang memiliki banyak anggota. Pada grup-grup tersebut, banyak komentar bernada SARA dan ujaran kebencian dilontarkan.

Berdasarkan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik atau UU ITE nomor 11 tahun 2018 yang diubah dengan UU nomor 19 tahun 2016, ujaran kebencian dan hoaks dapat dipidana paling lama enam tahun dan denda paling banyak Rp1 miliar.

Seperti diketahui, admin group memiliki kewenangan atau akses yang dapat menghapus, mengizinkan atau melarang anggota grup untuk menuliskan postingan di grup, sehingga jika ada postingan yang mengandung kalimat provokatif dan hoaks masuk ke group, admin grup tidak mengontrol atau melakukan pembiaran terhadap postingan tersebut.

Mengenai ini, Kabid Humas Polda NTB, AKBP Purnama SIK menyatakan sejak lama Polisi telah memantau secara intensif grup-grup di NTB.

“Kita sudah pantau grup-grup yang terindikasi sebagai tempat penyebaran informasi hoaks dan ujaran kebencian. Datanya ada,” kata dia di Mataram, Rabu (28/5).

Menurutnya, aturan hukum sebenarnya sudah jelas, maka dia mengimbau agar para admin-admin grup untuk menyaring konten-konten yang tersebar di dalamnya.

“Kami mengimbau para admin grup agar ikut juga bertanggungjawab dengan menyaring konten-konten yang tidak bertanggung jawab dalam grup yang dikelola,” imbaunya.

Tidak menerima konten yang termasuk ujaran kebencian (hate speech) maupun hoaks yaitu suatu berita atau pernyataan yang memiliki informasi tidak valid, berita palsu, berita bohong dan menipu dapat membantu aparat untuk menjaga stabilitas kamtibmas. (red.)