in

Ratusan Juta Dana Korban Gempa di Lombok Tengah Diduga Dibawa Kabur

kicknews.today– Unit Tipikor Satreskrim Polres Lombok Tengah mulai mengusut kasus dugaan dana korban gempa di wilayah Kabupaten Lombok Tengah yang dibawa kabur. Ratusan dana korban gempa itu diduga dibawa kabur oleh aplikator yakni PT. Pilar Garuda Bima.

Kepala Satreskrim Polres Lombok Tengah, AKP Rafles P Girsang yang dikonfirmasi membenarkan laporan pengaduan terkait dana korban gempa yang diduga dibawa kabur aplikator tersebut.

“Iya benar, ada laporan pengaduan dari Kelompok Masyarakat (Pokmas) terhadap PT Pilar Garuda Bima yang sudah mengambil uang bantuan korban gempa. Namum, barang bangunan tidak diberikan, hanya dijanjikan saja,” ujar AKP Rafles P Girsang di kantornya, Selasa (21/5).

Dijelaskan, jumlah dana korban gempa yang diduga dibawa kabur itu sekitar Rp 300 juta lebih dari 7 Pokmas, dimana rata-rata yang uang bantuan yang sudah diberikan kepada aplikator itu Rp 30-50 juta/Pokmas.

“Ada 7 Pokmas yang membuat laporan pengaduan dari Kecamatan Batukliang dan Batukliang Utara,” jelasnya.

Rafles juga mengatakan, bahwa dalam kasus itu pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap pokmas sebagai saksi. Selain itu juga, Polres Lombok Tengah akan melakukan pemanggilan kepada pihak BPBD Lombok Tengah selaku pihak yang menangani proyek bantuan korban gempa tersebut.

“Setelah semua saksi selesai diperiksa, baru kita akan melakukan pemanggilan terhadap pihak terlapor,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala BPBD Lombok Tengah, Muhammad mengatakan, bahwa persoalan itu sedang diselesaikan oleh Pokmas dengan aplikator berdasarkan informasi dari fasilitator dan ana yang belum diselesaikan itu sekitar Rp 170 juta.

“Fasilitator Kecamatan yang lebih tahu dan Pokmas itu sendiri yang menentukan aplikator mana saja yang mereka gunakan,” ujarnya.

“Kita juga sudah mendapatkan surat panggilan dari Polres Lombok Tengah untuk kelarifikasi persoalan tersebut,” pungkasnya. (Ade)