in

Ingin Fokus Kerja, Bupati Najmul Belum Pikirkan Pemilukada 2020

Bupati KLU saat membagikan buku rekening kepada warga (foto: humasproklu)

kicknews.today – Usai perhelatan Pemilihan Legislatif (Pileg) 17 April 2019 tuntas, kini praktis masyarakat Lombok Utara menatap Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) yang diperkirakan berlangsung tahun depan. Desas-desus sejumlah nama yang bakal bertanding mulai menguap, tak terkecuali Bupati Lombok Utara H. Najmul Akhyar.

Namun, pria yang juga menjabat Ketua DPC Partai Demokrat KLU ini rupanya belum memikirkan hal tersebut. Sebab yang menjadi fokusnya sekarang hanyalah percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi rumah warga terdampak gempa, pun program dalam visi misi kepala daerah. Demikian diungkapkan Najmul pada Minggu, (19/5) kemarin.

“Saya masih memikirkan apa yang saat ini dihadapan mata kita. Bahwa rehab rekon ini menjadi tugas berat, mudahan ini bisa selesai tepat waktu dengan cara yang baik,” ujarnya.

Masyarakat yang rumahnya terdampak bencana di Lombok Utara tercatat kurang lebih 73 ribu Kepala Keluarga (KK) dan saat ini dalam upaya membangun kembali rumah mereka. Menurut Najmul, sebagai kepala daerah tak ada yang lebih penting kecuali mengawal dan menyeleseikan persoalan tersebut. Terlebih kucuran anggaran dari pemerintah pusat ke daerah yang ia pimpin jumlahnya hingga kini tidak main-main, yakni mencapai Rp 1 triliun lebih.

“Dan Alhamdulillah sekarang sudah nampak pembangunan di mana-mana jalan, tapi saya ingin fokus dulu pada percepatan rehab rekon ini,” katanya.

Demikian kaitan sejumlah visi misi yang ia usung pada Pemilukada 2014 lalu. Program satu dokter satu desa yang menjadi andalan manfaatnya dinilai sudah dapat dirasakan masyarakat. Begitupula dengan Wirausahawan Baru (WUB) dan dalam hal ini pemerintah bahkan mengganti paradigma WUB sehingga implementasi di lapangan sesuai dengan aturan perundang-undangan.

“Memang belum sempurna 100 persen tetapi sudah mulai di desa-desa ada dokter desa. Kemudian juga ambulans desa. Ini semua berjalan sehingga beban kita jelang selesainya amanah yang kami pegang (bersama Wakil Bupati KLU Sarifudin) bisa dituntaskan,” jelasnya.

Ditanya mengenai menguapnya isu (di media sosial facebook) jika Najmul bakal menggandeng sejumlah nama baru hingga politisi dari luar pada kontestasi politik 2020 nanti, pihaknya mengaku belum tahu menahu dan menanggapi secara kalem. Menurutnya hal itu adalah buah dari segelintir usulan atau keinginan masyarakatnya (netizen) yang ia nilai wajar-wajar saja.

“Tapi terus terang saat ini saya masih fokus pada kerja, kerja, dan kerja,” ucapnya tegas.

Meski begitu, selama ini bukannya tidak ada sejumlah Partai Politik (Parpol) yang mengkontak secara langsung. Pihaknya menanggapi bahwa komunikasi itu tetap terjalin baik karena bagaimanapun parpol merupakan partner sekaligus kendaraan politik, keberadaanya sangatlah penting. Tetapi untuk komunikasi yang mengerucut menuju Pemilukada 2020 ia mengaku masih belum mengarah hiingga ke sana.

“Dalam Negara demokrasi partai itu penting. Tetapi untuk mengarah kepada Pemilukada 2020 belum ada pembicaraan yang fokus ke sana. Sekali lagi semoga amanah berat yaitu menyeleseikan percepatan pembangunan terutama rehab rekon ini bisa segera tertuntaskan,” tuntasnya.(iko)