in

MUI Gelar Tausiyah Kebangsaan Jelang Pengumuman Hasil Pemilu 2019

Calon Presiden Joko Widodo (kanan) dan Prabowo Subianto (kiri) berjabat tangan saat rapat Pengundian dan Penetapan Nomor Urut Capres dan Cawapres Pemilu 2019 di Kantor KPU, Jakarta, Jumat (21/9). Pasangan Jokowi-Ma'ruf memperoleh nomor urut 01, sementara pasangan Prabowo-Sandiaga memperoleh nomor urut 02. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/kye/18.

kicknews.today – Menjelang pengumuman hasil Pemilu 2019 pada Rabu 22 Mei mendatang, pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggelar Tausiyah Kebangsaan dalam menyikapi perkembangan situasi kehidupan bermasyarakat, Jum’at (17/5).

Pengurus MUI, melalui Wakil Ketua Umum MUI, KH Zainut Tauhid Sa’adi , menyampaikan tujuh poin Tausiyah yang berlangsung di Kantor MUI, Menteng, Jakarta.

Adapun beberapa poin yang disampaikan tersebut, pada poin pertama mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk senantiasa menjaga dan memelihara persatuan dan kesatuan dalam bingkai NKRI dengan dilandasi semangat persaudaraan sejati sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmen dalam keagamaan dan kebangsaan.

“Mengimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk tidak terprovokasi ajakan mengikuti dan melakukan gerakan People Power karena hal tersebut akan membawa kerusakan yang sangat besar dan mengancam kedaulatan dan keutuhan NKRI,” paparnya.

Ketiga, MUI juga meminta kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menyelesaikan tahapan Pemilu sesuai dengan amanat UU dengan terus menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran, keadilan, transparan dan profesional, sehingga semua pihak dapat menerima hasil Pemilu seuai dengan pilihan dan aspirasi politiknya.

“Keempat, meminta kepada peserta Pemilu untuk menempuh jalur hukum apabila hasil Pemilu dinilai ada kecurangan dan dugaan pelanggaran lainnya, karena jalur hukum merupakan pilihan bagi masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi dan kostitusi serta paling ringan tingkat mudharatnya,” Pungkasnya.

Selanjutnya, pada poin kelima meminta kepada masing-masing pasangan calon untuk menaati komitmen bersama yaitu menerima hasil Pemilu dengan semangat ‘Siap kalah dan siap menang’. Bagi pasangan calon yang menang diminta untuk tidak mengungkapkan ekspresi kemenangan secara berlebihan, dan bagi pasangan calon yang kalah diminta untuk menerima dengan sabar dan lapang dada.

Disamping itu, MUI berharap kepada elit politik, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan media masa dapat memerankan diri sebagai perekat dan pemersatu bangsa serta ikut membantu mendinginkan suasana agar proses demokrasi dapat berjalan dengan lancar, tertib dan aman.

“Ketujuh, kepada aparat kepolisian diminta untuk bertindak tegas, adil, transparan dan profesional. Penegakan hukum harus dilakukan kepada siapapun tanpa membedakan status dan kedudukan sosialnya, sehingga masyarkat mendapat jaminan perlindungan dan kepastian hukum dalam menunaikan hak-hak konstitusionalnya,” tandasnya. (ard)