in ,

Ini Kiat PLN dalam Membangun Program Bersinergitas

kicknews.today – Dalam rangka mendukung budaya PLN Berintegritas, PT. PLN (Persero) menggelar kegiatan Multi Stakeholder Forum (MSF), Kamis (16/5), di Hotel Golden Palace Mataram. Kegiatan itu diinisiasi PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) dan Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra).

Hadir dalam kegiatan tersebut, unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, mitra kerja, media, dan dari unsur pelanggan. Dimana diharapkan segenap stakeholder dapat sinergi, guna mendukung program PLN Berintegritas.

General Manager PLN UIW NTB, Rudi Purnomoloka mengatakan, melalui forum tersebut para stakeholder diminta untuk memberikan kritik dan saran membangun, sehingga harapan sebagai perusahaan milik negara, dalam hal pelayanan penyediaan energi listrik dapat terwujud.

“Melalui forum ini kami mengajak semua pihak, bagaimana mewujudkan tata kelola perusahaan yang bersih dan berintegritas,” ungkapnya.

Dikatakan, dengan adanya masukan dari berbagai unsur terkait, pihalnya akan dapat mengetahui apa yang harus dilakukan oleh PLN. Namun demikian, pihaknya juga meminta dukungan khususnya dalam hal perizinan dan kemudahan lainnya, yang berkaitan dengan program pembangunan infrastruktur kelistrikan.

“Kami tidak bisa berjalan sendiri dalam mewujudkan tata kelola perusahaan yang bersih dan berintegritas. Akan tetapi perlu dukungan semua pihak, agar program pembangunan di bidang kelistrikan bisa berjalan sesuai harapan bersama,” ujarnya.

Dijelaskan, pembangunan infrastruktur kelistrikan hingga ke daerah pelosok, bertujuan agar ketersediaan listrik mencukupi dan dapat dinikmati secara merata, sehingga investasi akan masuk dengan sendirinya.

Rudi menyebutkan, meningkatnya infrastruktur kelistrikan juga mempengaruhi rasio elektrifikasi (RE). Dimana RE di NTB meningkat signifikan, yakni dari 68 persen pada 2014, naik menjadi 95,8 persen pada kuartal I 2019.

“Itu wujud yang kami berikan kepada masyarakat dan pemerintah daerah di NTB. Kami tidak bisa bekerja sendiri, pasti minta dukungan pemerintah daerah dan masyarakat,” ucapnya.

Sementara dalam kesempatannya, Sekretaris Daerah NTB H. Rosyadi H. Sayuti, menyambut baik deklarasi tata kelola perusahaan yang bersih dan berintegritas, yang digagas oleh PLN. Lebih-lebih pelayanan PLN saat ini sangat tinggi, dengan tingkat pemadaman yang relatif rendah.

“Memang tidak enak menjadi PLN. Ketika pekerjaan sudah sangat baik, tidak ada yang menyanjung. Tapi beberapa tahun lalu, sering terjadi pemadaman dan yang sering disebut-sebut oleh masyarakat adalah PLN,” katanya.

Rosyadi mengaku mengetahui benar perjuangan PLN dalam membangun infrastruktur kelistrikan di wilayahnya. Bahkan, PLN terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, terkait upaya meningkatkan ketersediaan energi listrik.

“PLN sangat bersemangat membangun infrastruktur kelistrikan di NTB. Bahkan, ketika Direktur Utama PLN dulu Dahlan Iskan, peluncuran program bebas padam bergilir itu di Mataram,” ujarnya.

Menurutnya, NTB nantinya akan menjadi daerah penggunaan energi listrik yang relatif besar dalam beberapa tahun ke depan. Hal itu tidak lepas dari adanya pembangunan di berbagai sektor, misalnya pengembangan industri pariwisata di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, di Kabupaten Lombok Tengah.

Peningkatan konsumsi energi listrik di NTB, juga akan dipengaruhi oleh semakin berkembangnya sektor pendidikan. Salah satunya Universitas Mataram (Unram), yang akan membangun gedung kampus baru di luar Kota Mataram, sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Belum lagi proyek-proyek besar Pemerintah Pusat yang dilaksanakan di NTB. Itu semua akan mendorong pertumbuhan penggunaan energi listrik,” kata Rosyadi. (red)