in ,

Ulama se-NTB Berkumpul Tolak People Power

kicknews.today – Menjelang H-5 pengumuman dan penetapan hasil rekapitulasi suara Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak 22 Mei mendatang, ulama se-Nusa Tenggara Barat (NTB) berkumpul di Hotel Lombok Raya Kota Mataram, Rabu (15/5), guna menolak people power dan tindakan inkonstitusional demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kegiatan bertajuk “Silaturahmi Ulama se-NTB” yang digagas Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) NTB, didukung Pengurus Wilayah Nahdlatul Wathan (PWNW) NTB dan Pengurus Wilayah (PW) Muhammadiyah NTB itu, dihadiri ulama sepuh dan pimpinan pondok pesantren se-NTB

Ketua PWNU NTB Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag. dalam pengantar pembukanya menyampaikan, berkumpulnya para ulama dan tokoh agama itu sebagai tindaklanjut kesepakatan Silaturrahmi Ulama di Jakarta.

“Jangan sampai isu-isu tidak baik menjalar di masyarakat. Mari kita move dari suasana pileg kemarin. Jangan ada lagi wacana people power di masyarakat,” ungkap Prof Masnun yang juga Wakil Rektor I Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram itu.

Demi menjaga kondusifitas keamanan dan ketertiban serta persatuan dan kesatuan dalam wadah NKRI, pihaknya mengimbau agar segenap elemen menahan diri dan tidak bersuara terlalu lantang sebelum penetapan penyelenggara pemilu.

“Tidak boleh ada yang bersuara sebelum tanggal 22 Mei,” ucapnya di hadapan 139 tokoh yang hadir.

Dalam kesempatannya, Mustasyar Pengurus Besar (PB) NW TGH. Yusuf Makmun mewakili jamaah NW, mengajak segenap masyarakat untuk merajut kebersamaan dan persatuan.

Dikatakannya, yang paling penting dan inti dari pertemuan itu adalah menciptakan suasana damai saat pengumuman dan penetapan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Saya himbau untuk kita sama-sama menunggu hasil resmi KPU. Kita sambut dengan sepenuhnya siapapun pemimpin kita di NKRI ini, kita terima dengan sepenuh hati. Tidak ada perbedaan setelah 22 Mei 2019. Mari kita mulai dengan nol-nol,” ajaknya.

Sementara Rois Suriyah PWNU NTB TGH. LM. Turmudzi Badruddin, menegaskan agar segenap elemen bangsa menghormati penyelenggara negara yang sah, dan jangan coba-coba untuk mengusik kemerdekaan.

“Percayakan sepenuhnya pada lembaga negara, keamanan negara pada aparat negara,” tegas salah satu ulama khos NU yang juga Pengasuh Ponpes Qamarul Huda Bagu, Lombok Tengah itu.

Sedangkan terkait maraknya berita dan informasi hoax yang tersebar melalui jejaring sosial, Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) NTB H. Tarwo Koesnarno mengungkapkan, agar masyarakat tidak terpengaruh sehingga berbenturan satu sama lain.

“Mari kita sama-sama mencermati dan mengimbau kepada jamaah, agar tidak mudah termakan oleh berita-berita bohong, sehingga tidak terjadi benturan-benturan di masyarakat,” ujarnya.

Dalam Silaturahmi Ulama se-NTB yang mengangkat tema “Meneguhkan Ukhuwah Islamiyah dan Ukhuwah Wathaniyah” itu, dengan dipimpin Katib Suriyah PWNU Dr. H. Adi Fadli segenap hadirin mengikrarkan enam point deklarasi.

Pertama, mendukung terciptanya suasana damai di setiap waktu dan tempat khususnya bulan suci Ramadhan.

“Kedua, menghimbau masyarakat untuk selalu menjaga perdamaian, persatuan, dan kesatuan serta menghindari fitnah opini dan interpretasi, terkait situasi dan kondisi saat ini, demi menjaga kesucian bulan suci Ramadhan dan keutuhan NKRI,” bunyi deklarasi itu.

Ketiga, meneguhkan ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah, untuk mempertahankan ideologi Pancasila dan UUD 1945.

Keempat, mengajak para alim ulama, tokoh masyarakat, tokoh adat untuk menjaga keutuhan bangsa serta Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta melawan siapapun yang memecah belah umat dan memelopori makar.

“Kelima, mendukung kinerja dan keputusan KPU, Bawaslu serta lembaga resmi negara terkait keputusan Pemilu 2019,” ucap Dr. Adi Fadli diikuti para hadirin.

Keenam, mempercayakan persoalan keamanan dan hukum kepada aparat resmi negara, hukum sebagai bentuk ketaatan kepada waliyul amri. (red)