in

Data Penerima Dana Gempa Salah Input, Front Mahasiswa Tekan BPBD Lombok Barat

FM Lobar saat bertemu dengan BPPD Lombok Barat

kicknews.today -Front Mahasiswa Lombok Barat (FM LOBAR) melakukan Audiensi dengan Pihak BPBD Lombok Barat untuk meminta klarifikasi terkait beberapa persoalan penanganan musibah gempa yang sampai saat ini masih belum mampu diselesaikan oleh Pemerintah Daerah. Beberapa di antara masalah yang disampaikan oleh FM LOBAR kepada Pihak BPBD adalah terkait dengan temuan BNPB yang menyebutkan ada Ratusan Milyar Dana gempa Lombok yang tidak tepat sasaran.

Dalam kesempatan itu Ketua Umum FM LOBAR, Mukhsin didampingi jajaran pengurusnya menyampaikan kepada BPBD LOBAR bahwa akibat adanya ketidak tepatan sasaran distribusi dana gempa tersebut saat ini telah banyak menimbulkan gesekan yang cukup serius di masyarakat karena adanya kecemburuan sosial dari pihak yang merasa tidak mendapatkan keadilan.

“Kami menemukan ada banyak masyarakat yang mengeluhkan persoalan ketidak tepat sasaran dana gempa ini, sehingga itu akan berpeluang menjadi konflik akibat kecemburuan sosial karena ada yang merasa tidak mendapatkan haknya secara adil , karena itu kami meminta agar BPBD segera menyelesaikan masalah tersebut,” ungkap Mukhsin saat berhadapan langsung dengan Kepala pelaksana BPBD Lombok Barat yang didampingi oleh sekretaris dan Korwil fasilitator BPBD.

Menanggapi persoalan Tersebut, Kepala Pelaksana BPBD Lombok Barat, H.M.Najib menyampaikan bahwa hal itu terjadi akibat adanya data penerima bantuan yang salah input, dan pihaknyapun telah menerima instruksi dari BNPB agar segera melakukan validasi ulang terkait data yang salah tersebut.

“Kami akui memang banyak data penerima yang salah seperti NIK yang double, kesalahan kategori penerima, seperti yang harusnya masuk kategori rusak ringan menjadi rusak berat dan begitu juga sebaliknya, tapi saat ini kami sedang melalukan validasi data ulang” Ungkap Kepala Pelaksana BPBD Lombok Barat.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris BPBD Lombok Barat, juga menyampaikan bahwa Rumah yang terdampak gempa di Lombok Barat hingga saat ini tercatat kurang lebih berjumlah 72.220 unit dan dari pemerintah pusat sudah menggelontorkan dana hingga Rp 1,4 Triliun dan dana tersebut sudah ditransfer ke rekening masyarakat penerima bantuan.

Selain menyampaikan Persoalan dana gempa yang salah sasaran, FM LOBAR juga mengingatkan Pihak BPBD agar terus mempekerketat pengawasan hingga kebawah, karena berdasarkan beberapa temuan yang mereka sebutkan ada oknum fasilitator, Pokmas dan Suplayer yang tidak bekerja sesuai dengan aturan, sehingga hal tersebut harus lebih diperketat oleh BPBD agar tidak ada celah bagi pihak manapun untuk mempermainkan masyarakat Korban gempa.

“Kami meminta kepada pihak BPBD agar lebih memperketat pengawasan, agar tak ada pihak yang mempermainkan korban gempa” ungkap Ketua Umum FM LOBAR.

Menanggapi hal itu, Salah satu Kordinator Wilayah fasilitator BPBD Lombok Barat, Olan Maulana menegaskan pihaknya akan menindak tegas oknum yang terindikasi melakukan pelanggaran.

“Kami akan menindak dengan tegas segala temuan oknum kami yang melanggar aturan” Ungkapnya.

Menutup pertemuan, FM LOBAR menyampaikan kepada BPBD bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan mengadakan Dialog Terbuka dengan mengundang semua instansi Pemerintah untuk mengklarifikasi segala hal yang berkaitan dengan penanganan Musibah gempa di Lombok barat dan pihaknya juga akan melibat semua OKP, LSM, NGO, perwakilan korban gempa dan stakeholder lainnya sebagai peserta. (red*)