in ,

Madu Lestari Semongkat Sumbawa, Mitra Binaan PLN yang Mendunia

kicknews.today  – Madu Lestari Semongkat di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), merupakan salah satu mitra binaan PLN Unit Induk Wilayah (UIW) NTB. Ciri khas dan khasiat yang dimiliki membuat Madu Lestari dari hutan Semongkat, menerima banyak pesanan dari berbagai penjuru tanah air hingga mancanegara.

Manager Komunikasi PLN UIW NTB Taufiq Dwi Nurcahyo, Selasa (7/5), saat ditemui kicknews.today di kantornya mengungkapkan, dalam perjalanan Madu Lestari meraih kesuksesan, PLN UIW NTB sejak 2009 hadir untuk memberikan bantuan.

“Mulai dari akses permodalan, bantuan sarana dan prasarana, pelatihan hingga pemasaran.

Dikatakan, baru-baru ini PLN memberangkatkan pemilik usaha Madu Lestari Muhammad Yamin, sebagai perwakilan dari NTB dalam ajang “Indonesia Creative Product Festival tahun 2019” di Kuala Lumpur, Malaysia.

“Ini merupakan wujud komitmen PLN untuk mendorong UMKM lokal, khususnya yang menggerakan masyarakat sekitar dapat berkembang,” ucap Taufiq.

Dengan mengikuti kegiatan tersebut, lanjut Taufiq, diharapkan dapat menciptakan pasar-pasar baru khususnya mancanegara, dan membuktikan kualitas Madu Semongkat sebagai madu berdaya saing global.

Dia menyebutkan, Muhammad Yamin (54) warga Desa Semongkat Kecamatan Batu Lanteh Kabupaten Sumbawa, merupakan pemilik usaha Madu Lestari yang didirikan pada tahun 2005 silam.

“Pria yang akrab dengan sapaan Yamin inilah yang mengajak masyarakat di desanya, untuk memanfaatkan madu yang ada di hutan sebagai sumber pendapatan,” ujar Taufiq memulai penuturannya.

Yamin yang dihubungi reporter media mengungkapkan, Madu Lestari merupakan kelompok masyarakat pemburu madu Sumbawa khususnya di hutan Desa Semongkat. Dimana para petani yang tergabung dalam kelompok ini, memperoleh madu hutan dengan cara berburu.

Tidak seperti kebanyakan madu yang didapatkan dari hasil budidaya atau ternak lebah. Madu hutan khas Semongkat dihasilkan oleh lebah jenis Apis Dorsata, yang kemudian menjadi madu kuning dan lebah jenis Apis Trigona yang meghasilkan madu hitam.

Kelompok Madu Lestari ini mampu mendapatkan 500-600 liter madu per bulannya, memang tidak sebanyak jika diperoleh dengan cara ternak lebah.

“Karena kita tidak ternak, jadi hasil perolehan madu sangat bergantung ketersediaan di hutan. Tapi itu juga yang membuat madu tersebut istimewa,” kata Yamin.

Menurutnya, cita rasa madu Hutan Semongkat ini berbeda dari madu yang berasal dari daerah lain. Lebah di Hutan Semongkat memakan bunga Ziziphus Mauritiana (nama latin pohon bidara, red) yang tumbuh di hutan tersebut. Hal itulah yang membuat rasa madu di Semongkat, menjadi khas dengan tingkat kekentalan yang relatif lebih encer.

Tidak hanya itu, madu Hutan Semongkat memiliki berbagai macam manfaat bagi kesehatan, di antaranya dapat menyembuhkan radang tenggorokan, maag, kolestrol, asam urat, diare, kista dan lain-lain. Madu Lestari selalu menjaga kualitas dan keaslian madunya.

“Produk madu kami ini 100 persen murni tanpa campuran apapun,” tandas Yamin.

Selain dalam negeri, negara-negara seperti Korea, Australia, dan Jerman adalah peminat yang paling banyak madu asli Semongkat.

Lebih jauh Yamin menjelaskan, dalam prosesnya, sarang madu yang didapat tidak boleh langsung diperas oleh pemburu, melainkan harus diperas ketika madu akan dimasukan ke dalam botol kemasan.

“Ini dimaksudkan agar madu bebas dari proses fermentasi, yang dapat mengurangi khasiat dari madu itu sendiri,” jelasnya.

Untuk diketahui, berkat kegigihan Yamin, sinergi antara PLN dengan Kelompok Madu Lestari berbuah manis. Dimana hingga saat ini usaha yang dijalankan itu memiliki omset sebesar 300 juta per tahun.

Bahkan berkat ketekunannya itu, Yamin pada 2016 berkesempatan menghadiri undangan program salah satu stasiun televisi “Kick Andy”, untuk berbagi pengalaman dalam pengembangan usaha madu. (red)