in ,

Berbagi Berkah Ramadhan bersama LES-NU dan Saka Foundation

Dari kiri: Sekretaris LES-NU NTB Abdul Aziz, Ketua LES-NU NTB H. Lalu Winengan, Pendiri Saka Foundation Karina De Vega, dan staf Yayasan Saka Foundation

kicknews.today – Lembaga Ekonomi Syariah (LES) Nadhlathul Ulama (NU) Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (3/5), memantapkan diri bersama Yayasan Kemanusiaan Saka Foundation, untuk menggelar serangkaian kegiatan sosial di bulan Ramadhan 1440 Hijriyah, bagi korban terdampak gempa Lombok.

Ketua LES-NU NTB HL. Winengan didampingi pendiri Saka Foundation Karina De Vega mengungkapkan, kegiatan sosial itu dimaksudkan untuk meringankan beban masyarakat, yakni menyasar korban terdampak gempa dua kabupaten di NTB.

InsyaAllah di bulan Ramadhan, Lembaga Ekonomi Syariah NU akan membuat kegiatan bersama Saka Foundation, khusus terfokus untuk wilayah gempa. Utamanya KLU dan sebagian di Lombok Barat,” ujarnya.

Dikatakan, kegiatan sosial itu sebagai bentuk dukungan moril terhadap para keluarga korban gempa, yang hingga saat ini terus berusaha bangkit dari keterpurukan, akibat guncangan gempa beruntun yang meluluh lantahkan sebagian wilayah Pulau Seribu Masjid.

“Bentuknya dukungan dan perhatian. Nanti keluarga (korban gempa) juga kita berikan sembako dan sarung. Kegiatan akan dilaksanakan mulai pertengahan bulan Ramadhan nanti,” katanya.

Winengan menegaskan, kegiatan untuk para korban gempa ini murni kegiatan sosial, sama sekali tidak bermuatan politik.

“Ini sama sekali tidak ada muatan politik, murni kemanusiaan. Ini hanya karena keterpanggilan Saka Foundation,” ucapnya.

“Sehingga dilakukan di pertengahan puasa, itu karena Saka Foundation ingin berbagi dan memberi kebahagiaan di bulan puasa atau menjelang Idul Fitri, agar masyarakat gembira dan bahagia,” lanjut mantan Sekretaris PWNU NTB itu.

Lalu Winengan yang juga akrab disapa Datu Berenge itu berharap, bantuan tersebut nantinya dapat merubah pola pikir masyarakat, yang seringkali curiga dan berpikir aneh-aneh ketika ada pihak memberi bantuan. Apalagi saat ini masih hangat dengan suasana politik pasca Pemilu 2019.

“Jadi saya yakinkan bahwa ini kemanusiaan, bukan politik. Biar masyarakat tahu dan mengerti, ini kemanusian. Yang membalas biar Allah SWT,” tegasnya.

Selain itu ia menuturkan bahwa kiprah Saka Foundation juga telah cukup baik, dalam membantu korban gempa NTB selama ini. Simana sejak kejadian gempabumi pertama bulan Juli hingga gempa Agustus 2018 lalu.

“Bu Karina selaku pendiri Saka Foundation, juga selalu berniat baik dan sudah turun sejak awal gempa dulu, membantu masyarakat,” ujarnya.

Dijelaskan, bahwa Ibu Karina menjadi mualaf sejak satu setengah tahun silam, dan hingga kini terus peduli dan terpanggil membantu korban gempabumi di Lombok.

“Dia (Karina, red) seorang mualaf yang sangat saya kagumi. Saya bertanggungjawab atas ke-Islam-annya, karena tahun ini dia akan melaksanakan ibadah haji, untuk memenuhi rukun Islam yang kelima,” tandasnya.

Sementara itu, Pendiri Saka Foundation Karina De Vega mengatakan bahwa keterpanggilannya dalam bidang kemanusiaan, telah ada dan dilakukan sejak lama.

Ia pun cukup lama bekerja di lembaga kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang bertugas di daerah Afrika Barat.

“Tapi (ketika terjadi) gempa Lombok Utara dimana saya salah satu korban juga, saya memutuskan membantu saudara-saudara di Lombok,” katanya.

Karina mengaku, dunia kemanusiaan menjadi pilihannya untuk mendedikasikan hidupnya.

“Ketika terjadi bencana di Lombok, saya terpanggil dan melihat ada banyak hal yang bisa saya lakukan, untuk memberi manfaat bagi sesama,” tuturnya.

“Saya sangat bersyukur bisa bertemu Pak Lalu Winengan, dan sangat terhormat bagi kami dapat bekerjasama dengan NU. Ini merupakan sebuah kehormatan,” ucap Karina.

Pihaknya berharap program sosial kemanusiaan yang digelar Saka Foundation bersama LES-NU NTB, akan dapat dirasakan manfaatnya terutama bagi para korban gempabumi di Lombok Utara dan Lombok Barat.

“Atas nama Saka Foundation, saya Karina De Vega mengucapkan selamat melaksanakan ibadah puasa Ramadhan 1440 Hijriyah,” tutupnya. (red)