in

Pilpres Selesai, RTGB Sesali Banyak Jamaah NW Tidak Taat Organisasi

RTGB, Ummu Sitti Raihanun dan para Masyaikh di panggung Malam Munajat Cinta NW Bersholawat

kicknews.today – Pemilihan Presiden Republik Indonesia 2019 sudah berlalu. Hasilnya menurut versi penghitungan cepat, di Nusa Tenggara Barat (NTB) Presiden Jokowi sebagai pertahana dalam kontestasi Pemulu ini kalah, meskipun secara nasional Jokowi tetap unggul dari lawannya.

Menanggapi hasil Pemilu ini, Ketua PW NW NTB Raden Tuan Guru Bajang (RTGB) HL. Gede Zainuddin Atsani menyesalkan mengenai perolehan suara Jokowi di NTB tersebut.

RTGB menganggap banyak santri yang tidak Sami’na Waato’na (kami mendengar dan kami taat) terhadap keputusan organisasi yang dipimpinnya itu.

“Sami’na waato’na hanya omong dan bohong saja dengan tidak sesuai apa yang dikatakan dengan perbuatan,” kata RTGB di hadapan ribuan jamaah dan santrinya saat memberi sambutan di acara Malam Munajat Cinta NW Bersholawat di lapangan Pondok Pesantren Syeikh Zainuddin NW Anjani, Sabtu malam (27/4).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua Umum PB NW, Ummi Hj. Sitti Raehanun ZAM, Rois Aam Dewan Muhtasyar PB NW, TGH. L. Gede Wire Sakti Amir Murni, para massayaikh, pimpinan organisi dari tingkat PB sampai dibawahnya dan badan otonom NW.

Dalam kesempatan itu, RTGB meminta kepada para jamaah untuk kembali kompak utuh bersatu dengan tetap mengedapankan sami’na waato’na.

Meski masalah politik sudah selesai, RTGB meminta untuk masyarakat tidak saling sikut dan jamaahnya kembali sami’na waato’na.

Mengevaluasi Pilpres 2019, RTGB melihat masih saja ada yang tidak sami’na waato’na karena tertawan kepentingan lainnya seperti uang.

“Harusnya kita semua sami’na waato’na bukan malah sami’na wa kepengne, sehingga inilah yang tentunya sangat kami sayangkan sekali, ” sesal RTGB.

Oleh karena itu, RTGB meminta kepada semua jamaah untuk tidak mengulangi kembali apa yang sudah terjadi itu. NW harus kembali kompak utuh bersatu dengan tetap memegang sami’na waato’na dengan semangat pokoknya NW, pokok NW, iman dan taqwa juga tetap bersama ummuna untuk membesarkan dan mengembangkan organisasi NW.

“Kalau yang sudah-sudalah dan jangan diulangi lagi kedepan nantinya,” pinta RTGB. (Sul)