in

Tiga PSU di Lombok Utara Digelar, Caleg Diharap Menahan Diri

Salah seorang warga usai mencoblos di TPS 01 Lading lading (foto: rico)

kicknews.today – Pemilihan Suara Ulang (PSU) di Kabupaten Lombok Utara (KLU) secara resmi dihelat pada Sabtu (27/4). Terdapat tiga lokasi yang dilakukan pemilihan ulang pada pemilu kali ini. Di antaranya, Tempat Pemungutan Suara (TPS) 01 Dusun Lading lading Desa Tanjung, TPS 21 Dusun Sorong Jukung Desa Tanjung, dan TPS 22 Dusun Cupek Desa Sigar Penjalin. Ketua KPU Lombok Utara Juraidin mengungkapkan, sejauh ini situasi cukup kondusif dan aman.

“Kami sudah pantau di tiga TPS masih aman dan kondusif. Memang antusias masyarakat sangat tinggi dan kita harap semua bisa ikut memilih,” ungkapnya ditemui di TPS 21 Sorong Jukung.

Menurutnya, dari ketiga TPS tersebut pihaknya sudah melakukan pengamanan berkoordinasi dengan Bawaslu, Polri, maupun TNI. Pasalnya, isu yang merebak bahwa sejumlah calon acapkali ingin mengumpulkan pundik-pundi suara di dua lokasi yang digelar PSU khusus untuk pemilihan Calon Legislatif (Caleg) DPRD Lombok Utara. Juraidin menjelaskan, ketiga TPS tidak semuanya dilakukan pemilihan di 5 lembar formulir pemilihan sebagaimana pemilu 17 April 2019 kemarin.

“Karena kasusnya di tiap TPS berbeda-beda. Untuk di Cupek memang kita pantau di sana masih sepi karena mungkin masyarakat bekerja, dan satu sisi di sana hanya pemilihan presiden saja,” katanya.

Dijelaskan, untuk TPS 01 terdapat kelebihan suara pada saat penghitungan dari total jumlah DPT sebanyak 277 menguap suara pasca penghitungan menjadi 278. Untuk di TPS 21 Sorong Jukung, diketahui ada penyusup dua orang yang notabene bukan asli warga KLU (Asal Yogyakarta) yang ikut memilih di lokasi setempat. Otomatis dengan demikian secara keseluruhan harus dilakukan pemilihan ulang lantaran suara sudah terkontaminasi. Untuk di TPS 22 Dusun Cupek, lanjutnya, kala pemilihan 17 April lalu ada sejumlah warga yang tidak kebagian surat suara pada pemilihan presiden.

“Makanya yang di Lading lading hanya pemilihan DPR kabupaten saja, dan di Cupek pemilihan presiden. Tapi untuk di Sorong Jukung itu semuanya, kelima-limanya harus dipilih lagi,” jelasnya.

Sebelum hari H pelaksanaan PSU pihaknya telah berkoordinasi dengan pusat untuk memastikan keamanan pun pendistribusian logistik. Juraidin memastikan bahwa kebutuhan logistik di lokasi PSU bisa teralokasi bagi wajib pilih. Sebab KPU Lombok Utara telah memesan sebanyak jumlah DPT yang akan memilih ditambah dengan 2 persen suara. Hal ini untuk mengantisipasi manakala ada surat suara yang rusak dan cacat (kesalahan produksi) ketika dibagikan kepada masyarakat.

“Kita sudah datangkan baru dan Insyallah tercukupi semua,” tegasnya.

Dengan demikian hasil pemilu di Lombok Utara akan diketahui usai PSU pun penghitungan ditingkat kecamatan selesai. KPU Lombok Utara sendiri menargetkan bisa menclearkan penghitungan hingga pleno di tingkat kabupaten setidaknya hingga tanggal 30 April mendatang. Di satu sisi, tim di kecamatan saat ini sedang melakukan penghitungan.

Menurut Juraidin, di Kecamatan Bayan saat ini sudah masuk data 6 Desa dan hari ini bergerak ke penghitungan desa ke 7 dan 8. Untuk di Kecamatan Kayangan juga demikian, diprediksi di sana 2 hari lagi penghitungan bisa segera tuntas. Sementara disebutkan jika di Kecamatan Pemenang memang agak sedikit telat, hingga H+10 pelaksanaan pemilu serentak penghitungan masih masuk ke desa ketiga.

“Masih penghitungan sampai sekarang demikian di Gangga dan Tanjung. Kalau di Pemenang sudah masuk Desa Malaka dan Gili Indah,” sebutnya.

Untuk itu, Juraid mengimbau agar masyarakat tidak berspekulasi terlalu dini. Demikian pula dengan para caleg supaya bisa menahan diri dan membuat suasana pemilihan terkesan adem sembari penghitungan suara dilakukan oleh KPU.

“KPU sedang lakukan penghitungan, tim kecamatan belum selesai supaya calon bisa menahan diri jangan sampai klaim menang sebelum hasil pleno ditetapkan. Karena yang kita khawatirkan bisa memicu gesekan, itu yang selalu kami sampaika. Pleno yang ditetapkan KPU apapun hasilnya itu adalah yang real,” pungkasnya.(iko)