in

Disbudpar Lombok Utara Jajaki Potensi Destinasi Paralayang

Salah seorang komunitas tengah mencoba terbang dengan paralayang di Nipah (foto: rico)

kicknews.today – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Lombok Utara tengah menjajaki potensi destinasi paralayang di kabupaten termuda di NTB. Meski sebelumnya pernah ada destinasi serupa, tepatnya di Dusun Buani Kecamatan Gangga, namun lantaran gempa aktivitas di sana saat ini diketahui meredup.

Kepala Disbudpar Lombok Utara Vidi Eka Kusuma, Jumat (26/4) mengungkapkan, untuk menghidupkan wisata khususnya di wilayah Pemenang destinasi paralayang dapat dijadikan sebagai opsi. Hanya saja, pihaknya tengah melakukan kajian untuk menjajaki sejauh mana animo dan sisi geografis di wilayah Desa Malaka. Pasalnya, keberadaan destinasi yang akan dibangun yaitu sisi kontuinitas bukan hanya sekadar viral sementara saja.

“Kalau destinasi kita akan cari tahu kriteria sisi safety kita masih penjajakan yang di Nipah. Dilihat dulu kita tanyakan ke masyarakat mereka bersedia mendukung atau tidak, karena banyak kasus setelah dibangun destinasi ternyata ada resistensi, lalu terbengkalai kita maunya keberlanjutan,” ungkapnya.

Namun demikian, meski masih dalam tahap penjajakan bukan berarti di sana belum dilakukan kegiatan. Sejumlah komunitas menurutnya acapkali turun ke lapangan untuk menguji coba baik dari aspek angin dan keamanan di Nipah, manakala digunakan untuk olahraga tersebut. Menurutnya, hal inipun bagian dari upaya dalam rangka mengimbangi pariwisata tiga gili yakni menghadirkan destinasi di daratan mulai ujung Pemenang hingga Bayan.

“Paralayang ada induk organisasi tentu kita koordinasi dengan pelakunya dan ada dukungan dari angkatan udara yang kantornya di Rembiga. Teman-teman komunitas sudah mulai lakukan. Pariwisata itu inisiasinya bisa dari mana saja, dispar hanya sebagai fasilitator jadi perantara saja,” katanya.

Dari sisi anggaran, Disbudpar Lombok Utara siap memback up penuh namun sekali lagi, dilihat antusias masyarakat. Jika semakin banyak yang bergeliat untuk paralayang di Lombok Utara maka pihaknya akan melakukan intervensi. Bila perlu ke Kementerian untuk mencari sumber anggaran pendukung lainnya.

“Dari investor dan masyarakat boleh terlibat investasi di sana, kalau berpotensi dinas akan lakukan intervensi kita lihat animo dan tidak menutup kemungkinan akan diteruskan ke kementerian,” pungkasnya.

Secara terpisah, Ketua Federasi Airsport Indonesia (FASI) Cabang Paralayang Lombok Utara Ahmad Safwan menjelaskan, potensi paralayang di Lombok Utara sejatinya terbentang di setiap kecamatan. Menurut pengakuannya yang sudah melakukan penjajakan, di Lombok Utara banyak ditemukan titik dengan kadar angin yang berbeda-beda. Umpamanya, jika untuk jangka panjang kawasan Nipah bisa menjadi solusi yang bagus.

“Kalau untuk jangka panjang bisa di Nipah karena anginnya di sana mendukung dari bulan Mei sampai Desember dari timur selatan hingga ke selatan barat, bisa dipastikan punya potensi,” jelasnya.

Begitupula dari segi keamanan. Pihaknya bersama komunitas sudah melakukan penjajakan sebelumnya dan di lokasi tersebut dikatakannya safety untuk tak off maupun leanding ke titik yang sudah disepakati. Pihaknya berharap, ke depan pemerintah bisa memberikan bantuan peralatan dengan demikian ia bisa melakukan pelatihan kepada masyarakat yang berminat.

“Geografisnya cocok, dan KLU ini aman sekali. Kita harap bisa di support soal peralatan. Supaya ke depan mudahan tahun ini bisa kita lakukan pelatihan dan lain-lain ke masyarakat,” harapnya.(iko)