in

Enam TPS Terindikasi Lakukan Kecurangan di Lombok Tengah

kicknews.today – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) menemukan adanya indikasi kecurangan di enam Tempat Pemungutan Suara (TPS) di pada Pemilihan Umum (Pemilu) 17 April 2019 kemarin. Dugaan kecurangan yang diduga dilakukan oleh petugas itu mulai dari surat suara yang sudah tercoblos dan penggunaan C6 milik warga yang menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang dipakai untuk orang lain.

“Bawaslu menemukan adanya dugaan pelanggaran Pemilu di enam TPS yang tersebar di wilayah Lombok Tengah,” ujar Kordiv SDM Bawaslu Lombok Tengah, Usman Faisal, di kantornya, Senin (22/4).

Dijelaskan, enam lokasi TPS yang ditemukan melakukan kecurangan itu diantaranya di Desa Mangkung Kecamatan Praya Barat ada dua TPS, Desa Aikmual Kecamatan Praya ada satu TPS, Desa Barabali ada satu TPS dan Desa Sengkol ada satu TPS, serta Desa Pengembur ada satu TPS.

“Dari enam TPS yang terindikasi melakukan kecurangan tersebut, hanya dua TPS yang memang sudah direkomendasikan untuk Pemilihan Suara Ulang (PSU) yakni TPS di Desa Pengembur dan Desa Aikmual. Sedangkan empat TPS lainnya masih dilakukan investigasi dan mengumpulkan alat bukti,” jelasnya.

Lebih jauh disampaikan, bahwa rata- rata kecurangan yang dilakukan di TPS tersebut, ditemukan adanya C6 yang pemiliknya tidak berada ditempat malah digunakan oleh orang lain. Hanya di TPS 15 yang berada di Desa Pengembur yang ditemukan adanya 28 surat suara yang tercoblos.

“Kita masih terus mendalami laporan- laporan ini dengan melakukan investigasi dilapangan,” ujarnya.

“Rekomendasi dua TPS itu sudah disampaikan ke KPU dan KPU siap melakukan PSU ini,” pungkasnya.

Terpisah, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lombok Tengah, Ahmad Fuad Fahruddin mengatakan, bahwa pihaknya sudah menerima rekomendasi dari Bawaslu Lombok Tengah dan saat ini pihaknya sudah menyampaikan hal tersebut ke KPU Provinsi NTB. Sehingga untuk jadwal PSU di Dua TPS tersebut tinggal menunggu.

“Jadwal PSU masih kita tunggu. Untuk masalah di TPS pengembur KPPS nya sudah kita ganti,” pungkasnya. (Ade)