in ,

Gelar Ujian Nasional, 64 SMP di Lombok Barat Gunakan UNBK

kicknews.today – Ujian Nasional (UN) tingkat SMP/MTs di Kabupaten Lombok Barat akan digelar mulai Senin, 22 hingga 25 April 2019. Dari 99 SMP baik negeri maupun swasta yang tersebar se-Lombok Barat, 64 di antaranya akan menggunakan Ujian Negara Berbasis Komputer (UNBK). Sementara sisanya 35 SMP menggunakan Ujian Negara dengan Kertas dan Pensil (UNKP), karena terkendala ketersediaan komputer dan server.

Jumlah tersebut belum termasuk lebih dari 100 Madrasah Tsanawiyah  (MTs), yang didominasi MTs swasta.

Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid mengungkapkan, pihaknya ke depan akan berupaya memenuhi kekurangan sarana prasarana berupa komputer dan server tersebut.

“Kita akan upayakan di tahun depan, walaupun baru bisa sepuluh persen dari total kebutuhan. Kita upayakan secara bertahap,” ungkapnya, Minggu (21/4).

Namun demikian, pihaknya juga mengeluhkan terkait petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) Bantuan Operasional Sekolah (BOS), yang membatasi penyediaan komputer dan server di sekolah.

“Tahun lalu, banyak sekolah yang dipinjamkan laptop oleh orang tua murid. Ini sangat membantu,” ujarnya sembari menambahkan bahwa pihaknya sangat mengapreaiasi dan bangga terhadap bantuan serta kegotong-royongan pihak orang tua murid.

Terpisah, Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas), pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Barat Khairuddin menyampaikan, tidak menyeluruhnya lembaga pendidikan menggunakan sistem UNBK itu, tidak melulu terkendala karena sarana prasarana berupa ketersediaan komputer dan server, namun juga terkait dengan mindset para kepala sekolah dan guru.

“Ini kebijakan nasional. Jadi ke depan harus ada perubahan mindset berfikir teman-teman, bahwa UNBK ini jauh lebih efektif dan efisien daripada UNKP,” tegasnya.

Khairudin lalu membandingkan efektifnya UNBK dari aspek biaya dan waktu. Termasuk kesibukan para guru saat menyiapkan ujian, bila masih menggunakan UNKP.

“Efisiensi anggaran sangat besar, tidak menggunakan kertas, dimana teman-teman sejak Sabtu (kemarin, red) harus menyiapkan orang untuk mengangkut kertas soal. Belum lagi harus dititip ke Polsek untuk keamanannya,” ucapnya.

Sedangkan kalau UNBK, tambah Khairudin, guru cukup mempersiapkan perangkat komputer di pagi hari, menjelang pelaksanaan UN.

Selain itu, lanjutnya, masalah akses peserta ujian juga menjadi alasan lain, sehingga belum terselenggaranya UNBK secara menyeluruh.

“Kami juga tidak ingin peserta ujian terkendala, karena jauhnya tempat ujian dan akan memakan waktu untuk perjalananannya,” terangnya.

Lebih jauh dijelaskan, untuk UNBK tahun ini pihaknya telah melakukan banyak persiapan agar tidak ada kendala saat pelaksanaan.

“Kami sudah menyurati PLN agar jangan sampai ada pemadaman listrik esok hari. Begitu juga kami telah minta sekolah mengantisipasi dengan menyiapkan genset,” pungkas. (red)