in

Rp 390 Juta Jaminan Hidup Korban Gempa di Lombok Tengah Cair

kicknews.today –Kementerian Sosial Republik Indonesia, Kamis (18/4) mulai menyalurkan bantuan sosial jaminan hidup tahap I korban bencana alam gempa bumi tahun 2018 Kabupaten Lombok Tengah.

Kegiatan itu dihadiri oleh Sekda Lombok Tengah, HM Nursiah,
Direktur Perlindungan Sosial dan Korban Bencana Alam Kementerian Sosial RI, Margo Wiyono, Kepala SKMP dan Masyarakat penerimaan bantuan di Aula Bank BRI Cabang Praya Lombok Tengah.

“Alhamdulillah hari ini Pemerintah Pusat mulai menyalurkan jaminan hidup bagi korban gempa di empat Kecamatan yakni Kacamatan Batukliang, Batukliang Utara, Kopang dan Kecamatan Peringgerate Kabupaten Lombok Tengah,” ujar HM Nursiah dalam sambutannya.

Dijelaskan, bantuan jaminan hidup korban gempa tahap I Rp 390 juta diberikan untuk Rp 650 jiwa yang tersebar di empang Kecamatan. Bantuan yang diberikan setelah tanggap darurat itu untuk meringankan beban masyarakat atau para korban gempa khususnya di Lombok Tengah.

“Bantuan ini paling tidak bisa menjadi motivasi bagi para korban gempa untuk bangkit lagi pasca gempa bumi Tahun 2018,” jelasnya.

“Atas nama Pemerintah Daerah kami menyampaikan ucapan terimakasih kepada Pemerintah Pusat yang sudah membantu masyarakat di Lombok Tengah,” ucapnya.

Sekda Lombok Tengah juga menegaskan, bahwa bantuan yang diberikan itu harus digunakan sesuai aturan. Jagan sampai uang bantuan itu digunakan untuk hal yang tidak penting seperti belanja pakai, beli emas atau keredit motor.

“Gunakan sesuai pentujuk untuk memenuhi kebutuhan hidup,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Perlindungan Sosial dan Korban Bencana Alam Kementerian Sosial RI, Margo Wiyono mengatakan, bahwa data bantuan jaminan hidup korban gempa tahap I ini sudah dilakukan verifikasi melalui proses yang cukup panjang dan diajukan kepada Kementerian Keuangan, sehingga dananya bisa dicairkan diberikan kepada masyarakat saat ini. Sedangkan untuk bantuan tahap II bagi korban gempa itu masih menunggu data verifikasi dari Pemerintah Daerah setempat.

“Dana jaminan hidup korban gempa ini diberikan secara bertahap,” ujarnya.

Dijelaskan, bahwa bantuan jaminan hidup yang diberikan ini merupakan setimulan agar masyarakat bisa bangkit kembali pasca gempa. Bantuan ini dilaksanakan melalui bank, hampir sama dengan PKH.

Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi adanya oknum yang tidak bertanggung jawab dalam pencairan dana jaminan hidup korban gempa bumi tersebut.

“Kita salurkan melalui rekening, kalau diberikan secara cas takut salah digunakan,” pungkasnya. (Ade)