in

Bupati Lombok Barat Tinjau Proses Pemungutan Suara di TPS

kicknews.today – Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid, Rabu (17/4) pagi tadi, meninjau langsung proses pemungutan suara di beberapa wilayah Kabupaten Lombok Barat.

Fauzan Khalid kepada berharap terutama kepada KPPS selain bekerja dengan penuh integritas, juga menjadi penebar kedamaian dalam berdemokrasi untuk masyarakat sekitarnya.

“Masyarakat harus tetap tenang, damai, dan menjaga stabilitas keamanan. Orang lain yang jadi (menang, red), kok kita yang bertengkar,” kata Fauzan.

Dijelaakan, di Lombok Barat terdapat 479.882 pemilih yang masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang tersebar di 2.200 Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Turut mendampingi Bupati, Sekretaris Daerah Lombok Barat, Kapolres Lombok Barat, dan beberapa pejabat eselon 2.

Asisten I Bidang Aparatur dan Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB), Baiq Eva Nurcahyaningsih yang turut mendampingi saat meninjau ke TPS 12 di Kelurahan Gerung Utara dan TPS 1 Desa Lembar Selatan mengungkapkan, optimis tingkat partisipasi pemilih akan lebih tinggi dari pemilu sebelumnya.

“Pilpres ini menjadi daya tarik tersendiri. Masyarakat sangat antusias datang dan mencoblos. Itu tadi tergambar di dua TPS yang kita kunjungi,” ujarnya.

Dikatakan, Pemprov NTB menggandeng seluruh pemerintah kabupaten/kota, untuk melakukan monitoring pelaksanaan pemilu kali ini.

“Soal kemana kita monitor, tergantung kabupaten/kota,” ucap mantan Asisten I di Pemkab Lombok Barat.

Untuk diketahui, kegiatan monitoring dilakukan Pemkab Lombok Barat dengan menyebarkan 10 tim, yang memantau TPS sampel di sepuluh kecamatan yang ada.

Sementara pihak Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Basriadi yang juga ikut melakukan pemantauan menyampaikan, secara umum pemilu berlangsung dengan aman dan lancar, walau pihaknya menemukan satu indikasi pelanggaran pemilu.

“Semalam ada temuan saat patroli kita lakukan, ada Caleg DPR RI dan DPRD Kabupaten yang kita monitor melakukan money politic. Saat ini masih kita dalami dulu,” aku Basriadi tanpa mau menyebut nama dan wilayah kasus tersebut.

Sedangkan untuk permasalahan di hari H ini, pihaknya baru saja mendapat aduan tentang adanya surat suara tertukar, untuk calon legislatif DPRD Kabupaten.

“Ada saksi PKB di TPS 3 Desa Montong Are yang meminta penundaan pemungutan suara,” terang Basriadi.

Surat suara tertukar itu, terang Basriadi, adalah kertas suara untuk DPRD Kabupaten Lombok Barat antara Daerah Pemilihan 3 (Kediri-Labuapi) dengan Dapil 5 (Gunung Sari-Batulayar).

Sedangkan Anggota KPUD Lombok Barat Saiful Huda, saat dikonfrontir tentang masalah tersebut mengaku masih mendalami temuan tersebut.

“Dalam diskusi group WA, mungkin kesalahan ada pada saat pengepakan. Jadi bukan kesalahan di kami, tapi pada tenaga sortirnya,” kilah Saiful Huda dan menganggap itu kesalahan manusiawi yang kerap terjadi.

Huda mengaku pihaknya telah berada di lokasi untuk mengambil langkah-langkah cepat mengatasi masalah tersebut.

“Kita mau cek dulu kertas suara di TPS terdekat untuk menggantinya. Bisa jadi ada pergeseran kertas suara,” ujarnya. (red)