in

Peringati HUT ke-61, Lombok Barat Deklarasi Bebas Stunting 2024

Tanda tangan dukungan Lombok Barat Tahun 2024 Bebas Stuntung

kicknews.today – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat menargetkan tahun 2024 bebas stunting. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pembacaan ikrar dan penandatanganan “Deklarasi Lombok Barat Menuju Bebas Stunting”, oleh Bupati H. Fauzan Khalid dan seluruh peserta upacara usai apel peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 61 Kabupaten Lombok Barat, Senin (15/4), di lapangan Komplek Kantor Bupati Giri Menang, Gerung.

Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Lombok Barat H. Rachman Sahnan Putra kepada media usai upacara mengatakan, dengan dukungan bupati serta keterlibatan lintas sektor seperti Tim Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) dan lainnya, angka kasus stunting dapat turun menjadi 32 persen di tahun 2016.

Sementara data terakhir menunjukkan bahwa pada tahun 2018 lalu, angka kasus stunting di Lombok Barat turun 28 persen. Dimana angka tersebut berada di bawah rata-rata nasional.

“Hal tersebut tidak boleh membuat kita menjadi puas, sehingga hari ini kita bersama-sama mendeklarasikan Kabupaten Lombok Barat Bebas Stunting Tahun 2024. Mudah-mudahan ini dimudahkan dan terwujud, sehingga Lombok Barat menjadi kabupaten yang bebas stunting,” ujarnya.

Lebih jauh dijelaskan, tahun 2017 Pemerintah Pusat menetapkan Kabupaten Lombok Barat bersama tiga daerah lain di Indonesia, sebagai daerah percontohan penanganan kasus stunting. Dimana Pusat menilai program, terbosan, dan komitmen dari para kepala daerah sangat baik menghadapi stunting.

Dia membeberkan, angka kasus stunting Lombok Barat di tahun 2007 berada di angka 49 persen. Melihat kondisi tersebut, lanjutnya, pihak Dikes terus berupaya dan berinovasi menurunkan angka tersebut, melakukan sensus balita, Gerakan Masyarakat Sadar Gizi (Gemadazi), Gerakan Masyarakat 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), dan upaya penguatan sistem melalui e-Puskesmas, e-Pustu, e-Poskesdes, dan e-Posyandu.

Sejalan dengan itu, Ketua TP-PKK Kabupaten Lombok Barat Hj. Khairatun Fauzan Khalid selaku penggagas Deklarasi Bebas Stunting menyampaikan, pihaknya menjadikan penurunan angka stunting sebagai program utamanya. Dimana setiap roadshow di berbagai desa dan dusun pihaknya bersama Dikes, selalu mensosialisasikan program kesehatan menurunkan angka stunting.

“Berbagai macam kegiatan yang kami lakukan untuk mendukung kegiatan tersebut, termasuk dengan turun ke Posyandu untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, meningkatkan pola asuh, dan bagaimana pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan,” ujar istri Bupati Lombok Barat itu.

Dikatakannya, saat ini ada beberapa issu atau persoalan strategis yang menjadi pokok perhatian pemerintah daerah, dan salah satunya terkait dengan kasus stunting.

“Tentu ini membutuhkan sinergitas atau kekompakan, untuk bersama-sama mengatasi bahkan mencegah persoalan itu,” tandasnya. (red)

Para ASN di Lombok Barat saat menandatangani dukungan tahun 2024 bebas stunting