in

Nuansa Muslim Sasak Semarakkan Peringatan HUT ke-61 Lombok Barat

Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid didampingi Wakil Bupati terpilih Hj. Sumiatun dan undangan VIP saat acara peringatan HUT ke-61 Kabupaten Lombok Barat

kicknews.today – Puncak peringatan Hari Uang Tahun (HUT) ke-61 Kabupaten Lombok Barat, Senin (15/11), tampak berbeda dibandingkan peringatan serupa tahun lalu. Kalau tahun lalu puncak peringatan sarat dengan nuansa birokrasi, politisasi, dan sajian konsumtif yang rada moderen, namun kali ini sarat dan kental dengan nuansa muslim Sasak.

Dari pantauan media, terlihat hampir seluruh undangan yang hadir memenuhi Bencingah Agung dan lapangan Komplek Pemerintahan Kabupaten Lombok Barat, mengenakan busana pegon hitam, kopiah, kemeja koko, dan sarung hitam dengan dodot atau leang (kain tenun khas Sasak yang diikatkan di bagian pinggang di luar sarung).

“Ini sebagai bukti bahwa Kabupaten Lombok Barat mulai berbenah, bukan saja berbenah dari sisi pembangunan fisik melainkan pembangunan kearifan budaya lokal,” ungkap Raden Muhammad Rais, tokoh budaya asal Desa Mambalan Kecamatan Gunungsari.

Dikatakan, sudah saatnya Lombok Barat harus mulai berbenah, terlebih tanggal 23 April 2019 mendatang H. Fauzan Khalid-Hj. Sumiatun akan dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Lombok Barat definitif periode 2018-2023.

Menurutnya, berbenah dapat diawali dari sisi peningkatan kearifan budaya lokal. Dimana ide menggunakan busana khas muslim Sasak, dinilainya sesuai dengan kaidah Sasak tingkatan Madya maupun Utama.

“Ide Bapak Bupati untuk mengenakan busana muslim Sasak ini sudah tepat. Bukan saja karena Bapak Bupati sebagai tokoh ‘jamak-jamak’(biasa-biasa, red), tetapi beliau juga familiar dengan kedekatannya bersama masyarakat kalangan bawah,” ujarnya.

Di antara para tamu undangan yang hadir, tampak sesepuh yang juga mantan Bupati Lombok Barat Drs. HL. Mujitahid, juga mengenakan busana muslim Sasak yang kian menambah aura kewibawaan. Turut hadir mantan Bgubernur NTB Drs HL. Srinate, HL. Takdir Mahdi, TGH.Mukhlis Ibrahim, para tokoh agama dan tokoh masyarakat, Camat serta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkab. Lombok Barat.

Tidka itu saja, nuansa Sasak juga semakin terasa menyatu dengan lantunan tembang-tembang Sasak Adi Luhung, seperti tembang Asmarandana, Pangkur, dan Sinom.

Peringatan HUT Lombok Barat itu juga dirangkai dengan Deklarasi Lombok Barat Bebas Stunting 2024, yang ditandai dengan pemberian penghargaan kepada PKH Graduasi Mandiri, dan pemberian dana Corporate Social Responsibility (CSR) PDAM Giri Menang, melalui program Community Development (Comdev) untuk Desa Sesaot dan Desa Lingsar. (red)