in

KPU Lombok Utara Mulai Distribusikan Logistik ke Desa

Terlihat logistik di Gudang KPU KLU saat akan didrop ke desa (foto: rico)

kicknews.today – Gelaran Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 2019 tinggal menghitung hari. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lombok Utara pun telah menyelenggarakan berbagai tahapan, tak terkecuali mendistribusikan logistik ke desa-desa. Pendistribusian itu dimulai pada Senin (15/4) hingga besok. Demikian diungkapkan Ketua KPU Lombok Utara Juraidin.

“Hari ini sudah didistribusikan logistik ke TPS sekarang berada di beberapa desa di Lombok Utara tercatat 14 desa saat ini dan sisanya besok,” ungkapnya.

Dijelaskan, logistik yang didrop ke desa oleh KPU juga tergantung kesiapan kantor desa. Menimbang space yang masih muat, misalnya di Kecmatan Tanjung KPU menaruh logistik di 4 desa, kemudian di Kecamatan Gangga, Pemenang, dan Kayangan masing-masing 2 desa, untuk sisanya masih disimpan di gudang yang berada di Dusun Tanak Song Desa Jenggala. Pihaknya menegaskan, termasuk di tiga gili logistik sudah akan tuntas diterima oleh desa.

“Jumlah keseluruhan DPT kita 171.541 itu plus 2 persen per TPS. Dan khusus tiga gili kita akan drop ke sana besok,” jelasnya.

Berbicara Tiga Gili (Trawangan, Meno, dan Air) memang dirasa partisipasi di sana sangat rendah jika melihat pengalaman sebelumnya. Tetapi Juraid optimis hal itu tidak akan terulang kali ini, sebab belakangan antusias masyarakat sangat bagus di mana Kecamatan Pemenang mulai dari petugas KPPS hingga pembuatan TPS menjadi kecamatan yang paling pertama selesai. Atas dasar itulah ia yakin tingkat partisipasi bisa mencapai 50 persen ke atas.

“Di tiga gili kita ada 60 kotak sama biliknya 4 kali 4. TPS kita di sana ada 12 titik di Gili Air 5, Gili Meno 2, dan Gili Trawangan sisanya. Melihat wajib pilih 2 ribu kami optimis tingkat partisipasinya akan naik tidak seperti gelaran sebelumnya,” urainya.

“Target pusat di atas 77 persen. Secara KLU partisipasi terbaik menembus angka 82,78 persen, kami harap sekarang mudahan kalau bisa 90 persen akan luar biasa,” imbuhnya.

Disisi lain, terhadap kerusakan logistik semisal kotak dan surat suara dikatakan Juraid, ada beberapa namun tidak sampai menggangu jalannya pesta demokrasi. Kotak suara yang diterima oleh KPU Lombok Utara yang mengalami kerusakan sebanyak 25 kotak. Sementara untuk surat suara pemilihan presiden tercatat 2 ribu, DPR RI 2 ribu, dan sisanya sekitar 100 lebih surat suara rusak. Namun kerusakan tersebut sepenuhnya sudah diganti dengan yang baru sehingga masyarakat tidak perlu khawatir kekurangan logistik untuk menyalurkan hak pilih mereka.

“Seperti lecet, tinta kurang, ada yang robek, dan tidak terprint nama calon. Kalau DPR RI 2 ribuan juga yang lain seratusan, tapi itu sudah terpenuhi sekarang,” tegasnya.

Pada pemilihan kali ini masyarakat akan dihadapkan dengan 5 surat suara sekaligus. Maka itu simulasi pun untuk mengedukasi wajib pilih dilaksanakan belum lama ini oleh KPU Lombok Utara. Hasilnya, dari simulasi yang dilangsungkan di Desa Jambianom Kecamatan Tanjung estimasi wajib pilih mencoblos yaitu sekitar 4 menit.

“Masing-masing orang membutuhkan rata-rata 4 menit dari tahap dipanggil hingga keluar dari bilik suara dan itu tergantung. Kalau umurnya agak tua meningkat 5 menit.  Kita optimis dengan tambahan waktu dari MK, artinya tanggal 18 April sebelum jam 12 malam semua sudah selesai dengan salinannya,” pungkasnya. (iko)