in

NTB Didorong Kembangkan Smart City

Calon anggota DPD RI dapil NTB nomor urut 30, H Irzani

kicknews.today – Sistem digitalisasi data dan konektivitas terpadu secara online membuat kemudahan akses dalam pelayanan pemerintahan. Dimana dapat dijadikan sebagai media terwujudnya pembangunan konsep Smart City atau Kota Cerdas. Melihat fenomena tersebut, calon anggota DPD RI dapil Nusa Tenggara Barat (NTB) H. Irzani memandang hal itupun dapat dikembangkan di kabupaten/kota di NTB.

“Beberapa kota besar di Indonesia juga mulai memanfaatkan teknologi untuk membangun Smart City. Saya pikir gagasan ini bisa juga diterapkan di NTB,” katanya, Rabu (3/4), seraya menambahkan lebih-lebih Pemprov NTB telah melaunching program NTB Care, sebuah sistem pelayanan pengaduan masyarakat berbasis digital.

Dikatakan, menurut hasil kajian sementara terkait Smart City oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian tahun 2017, urgensi smart city disebabkan oleh bertambahnya tingkat pertumbuhan penduduk di perkotaan sebesar 2,75 persen per tahun.

Dimana data Badan Pusat Statistik (BPS) memprediksi penduduk yang tinggal di perkotaan sebesar 56,7 persen pada 2020. Jumlah ini akan meningkat menjadi 66,6 persen pada 2035.

Terkait hal itu, lanjut Irzani, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) juga telah menetapkan delapan indikator smart city. antara lain smart development planning, smart green open space, smart transportation, smart waste management, smart water management, smart building, dan smart energy.

“Delapan indikator yang digunakan Kementerian PUPR ini merupakan inovasi dari konsep green city, yang digabungkan dengan penggunaan sistem teknologi informasi dan komunikasi pintar. Nantinya indikator ini akan berguna sebagai target perkembangan Kota Cerdas,” jelasnya.

Menurutnya, hal ini selaras dengan keberhasilan Provinsi DKI Jakarta yang meluncurkan program Smart City di tahun 2015 silam. Dimana saat ini keberadaannya diklaim makin mempermudah kinerja pemerintah, agar lebih cepat merespons keluhan warga.

“Contoh lainnya bisa dilihat juga Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, yang meluncurkan portal terintegrasi yang berisi semua layanan dan informasi terpadu,” imbuhnya.

Namun demikian, tambah Irzani, untuk kabupaten/kota di NTB masih ada beberapa hal yang harus serius dipersiapkan. Salah satunya adalah bagaimana membuat RTRW yang ramah dalam konteks Smart City. Sebab salah satu prasyarat utama kota Smart City, yakni kesanggupan daerah secara mandiri dalam memenuhi kebutuhan kota.

“Termasuk soal tata kelola peruntukan lahannya melalui RTRW,” jelas Irzani yang juga Sekretaria PWNW NTB itu.

Ia mencontohkan, Kabupaten Lombok Utara pasca gempa 2018 lalu. Dimana menurutnya Pemkab Lombok Utara diharapkan lebih serius dan cermat, menata kawasan dan peruntukan lahannya sesuai proporsi kebutuhan Smart City.

“Integrasi penataan kawasan hunian penduduk, perkantoran, area bisnis, kawasan wisata, dan lain-lain harus dilakukan berdasarkan RTRW, agar sesuai dengan ekspektasi pertumbuhan KLU untuk beberapa generasi ke depan,” katanya.

Menurut dia, momen saat ini dapat menjadi motivasi untuk penataan wajah Lombok Utara, agar ketika masyarakat atau wisatawan masuk dan berkunjung menemukan suasana kota yang lebih modern dan indah.

“Halaman depan KLU harus mulai ditata dan direstorasi, sesuai dengan motto dan semboyan Kabupaten Lombok Utara,” katanya.

Hal ini menurut Irzani juga bisa dilakukan di daerah lainnya di NTB. Jika masalah RTRW tuntas, maka daerah dapat dengan mudah mengembangkan konsep Smart City di kawasannya.

Lebih jauh Irzani menyampaikan bahwa selain NTB Care, Pemprov NTB juga menerapkan program NTB Zero Waste yang juga menjadi salah satu indikator Smart City.

“Saya yakin dengan Smart City ini bukan hanya bisa mempermudah pelayanan pada masyarakat, tapi sekaligus menciptakan ruang-ruang kreasi baru bagi generasi muda, millennials NTB di masa depan,” tansasnya. (red)