in

NTB Tidak Kufur Nikmat, PBNW Tegaskan Dukungannya ke Capres 01 Jokowi-Ma’ruf

RTGB. KH. L. Gede M. Zainuddin Atsani saat tausiyah dan mengatakan NW tidak kufur nikmat di hadapan ribu warga NW

kicknews.today – Wakil Ketua I Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW) Raden Tuan Guru Bajang (RTGB) KH. L. Gede M. Zainuddin Atsani, Rabu (27/3) sore, menegaskan bahwa sesuai instruksi Ketua Umum PBNW Ummuna Almujahidah Hj. Sitti Raihanun ZAM, warga NW tetap dan harus mendukung serta memilih pasangan nomor 01 (Joko Widodo-KH. Ma’ruf Amin), dalam kontestasi Pemilihan Umum Serentak 17 April 2019 mendatang.

“Tiang tetap membela kebijakan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Wathan, Ummuna Almujahidah Hj. Sitti Raihanun Zainuddin Abdul Madjid. Beliau mengatakan A, tiang menjalankan A. Beliau mengatakan Jokowi-Ma’ruf, tiang akan menjalankan Jokowi-Ma’ruf,” ungkapnya.

Dikatakan, sebagai pengurus dan warga NW kita harus mentaati dan menjalankan setiap kebijakan dan keputusan, yang ditetapkan Ketua Umum PBNW apapun resikonya.

Dari pantauan media, di hadapan ribu warga NW yang hadir, RTGB dengan lantang memberi komando dan bertanya kesiapan warga NW, membela kebijakan Ketua Umum PBNW dengan kalimat “sami’na, kami mendengar?” yang dijawab “waatha’na, kami siap” oleh hadirin.

“Catat ya, kalau pimpinan mengatakan A, harus A. Pimpinan mengatakan 01, harus 01. Harus jelas, kita berorganisasi kita harus mau diatur, tidak ada bernafsi-nafsi seperti kata di wasiat. Kita berani berorganisasi, kita harus siap diatur. Kalau tidak siap diatur, keluar dari NW,” tegasnya lantang.

Dalam kesempatan itu, RTGB yang juga Ketua Umum PWNW Nusa Tenggara Barat (NTB), mengungkapkan alasan kenapa NW memastikan dukungannya kepada nomor 01  Jokowi-Ma’ruf. Pertama, penganugerahan gelar kepada Almarhum Almaghfurullah Maulana Syeikh TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid, sebagai Pahlawan Nasional.

Alhamdulillah, kita bersyukur, kita sebagai manusia, sebagai hamba Allah tidak boleh kufur nikmat. Kita sudah diberi suatu kenikmatan oleh Allah SWT melalui Presiden Republik Indonesia, pendiri Nahdlatul Wathan menjadi Pahlawan Nasional,” tuturnya.

Kedua, kebijakan Presiden Jokowi melalui Menteri Perhubungan yang telah menerbitkan surat keputusan (SK), terkait pergantian nama bandara menjadi Zainuddin Abdul Madjid International Airport (ZAMIA) Lombok.

“Lima tahun yang lalu Ummuna Sitti Raihanun Zainuddin Abdul Madjid Ketua Umum PBNW, meminta untuk perubahan nama bandara. Itu salah satu MoU Nahdlatul Wathan dengan Calon Presiden Republik Indonesia pada tahun 2014, Bapak Joko Widodo dan Jusuf Kalla, dan Bapak Jussuf Kalla sudah mengiyakan,” ucapnya.

Alhamdulillah, SK tersebut sudah terbit, sudah diterbitkan oleh Presiden Republik Indonesia melalui Menteri Perhubungan, hanya belum dieksekusi,” imbuhnya.

Selain itu, pihaknya juga menyinggung terkait berbagai pembangunan yang telah dan sedang dikerjakan selama lima tahun kepemimpinan Jokowi, khususnya yang diarahkan ke Provinsi NTB seperti telah beroperasinya bandara ZAMIA, pembangunan Kawasan Khusus Ekonomi (KEK) Mandalika di Lombok Tengah, pembangunan Global Hub Bandar Kayangan. Bahkan termasuk akan dibangunnya Sirkuit MotoGP Mandalika.

“Di Sirkuit Mandalika itu kan nantinya akan dihelat balap motor bergengsi internasional, MotoGP Seri Indonesia pada tahun 2021. Hasil kerja itu tidak boleh kita ingkari, kita tidak boleh kufur nikmat,” tegasnya kembali. (red)