in

Musrenbang RKPD Lombok Utara Fokus Recovery Pasca Bencana

Bupati KLU H. Najmul Akhyar memukul gong meresmikan Musrenbang RKPD tahun 2020 (foto: rico)

kicknews.today – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Utara berkomitmen dalam membangkitkan sejumlah sektor pasca bencana gempabumi. Melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Lombok Utara (KLU) tahun 2020 yang digelar Kamis (28/3) di Halaman Kantor Bupati, sejumlah sektor jadi poin penekanan.

Musrenbang yang dihadiri oleh Bupati Lombok Utara H. Najmul Akhyar, perwakilan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi NTB, Ketua DPRD KLU H. Burhan M. Nur, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan sejumlah NGO, serta masyarakat itu akan dijadikan patokan dalam melaksanakan berbagai program tahun depan.

“Ini merupakan musrenbang ke empat pelaksanaan RPJMD inti dari agenda tahunan perencanaan daerah,” ungkap Kepala Bappeda Lombok Utara Herianto, dalam laporannya.

Sebelum tahapan utama Musrenbang RKPD, pihaknya telah melakukan konsultasi publik, rapat koordinasi teknis, musrenbang pertanian, rapat forum OPD, rakor pariwisata, mengakomodir saran melalui musrenbang perempuan, pemuda, pelajar, mahasiswa, lansia dan disabilitas. Hal ini bertujuan agar semata sasaran kerja tahun mendatang bisa tepat terimplementasi.

“Rangkaian panjang kita peran daerah apa yang jadi prioritas kebutuhan masyarakat kita sandingkan dengan APBD. Melalui tema Lombok Utara Bangun Kembali, diharapkan pokok-pokok pemikiran ini bisa mengatasi persoalan pasca gempabumi,” katanya.

Dijelaskannya, pada saat bencana gempa 7.0 SR terdapat 537 warga Lombok Utara meninggal dunia, disamping itu kerugian harta benda infrastruktur daerah tercatat Rp 9.9 triliun. Adapun kebutuhan pendanaan untuk memulihkan seluruh sektor yaitu  Rp 5.59 triliun. Tentu hal ini belum selaras jika melihat postur APBD yang pada tahun 2019 ini jumlahnya menyentuh angka Rp 1 triliun lebih. Namun, lanjut Herianto, jika pemerintah mampu mengepres belanja publik yang jumlahnya melebihi 60 persen atau Rp 600 miliar, estimasi kabupaten termuda di NTB ini dapat pulih yaitu lebih 10 tahun.

“Untuk itu komitmen pusat, provinsi, seluruh kita untuk mendukung rehab rekon jadi kunci kita bisa pulih. Dalam musrenbang ini poin yang harus ditekankan yaitu pemulihan bencana dan upaya mitigasi berwawasan lingkungan,” jelasnya.

Selain infrastuktur, recovery ekonomi, pariwisata, pertanian, dan banyak sektor lain memiliki andil besar bangkitnya Lombok Utara. Mencermati itu, Kabidsosbud Bappeda NTB Lalu Hasbullah dalam sambutannya mengatakan, Lombok Utara sudah selaras dengan arah kebijakan Provinsi NTB. Pihaknya juga mengapresiasi lantaran pemkab mampu mengakomodir kebutuhan seluruh elemen masyarakatnya melalui musrenbang yang dihelat.

“Baru pertama kali se-Indonesia Lombok Utara mengadakan musrenbang lansia dan disabilitas. Jika saya cermati tadi, ini sudah selarah dengan arah kebijakan pemprov yang tertuang dalam RKPD tahun 2020,” kata dia.

Di sisi lain, Bupati Lombok Utara H. Najmul Akhyar menyampaikan keantusiasannya supaya daerah yang ia pimpin dapat segera pulih. Baik secara ekonomi, pendidikan, sosial, dan infrastruktur. Untuk itu, dirinya menekankan kaitan recovery ekonomi program unggulan mencetak 10.000 wirausaha baru dapat menjadi salah satu solusi. Meski demikian Pemkab harus mengubah arah kebijakan yang tadinya memberikan bantuan permodalan, kini diganti dengan memberikan bantuan berupa barang atau peralatan penunjang.

“Program wirausaha baru dengan menyasar basis data terpadu merupakan upaya kita untuk menurunkan angka kemiskinan malalui pemberian bantuan dalam bentuk sarana prasarana dan pendampingan produktif,” ucapnya.

“Saya harap penyelenggaraan musrenbang ini dapat berjalan lancar dan mampu menggali permasalahan dan gagasan untuk menghasilkan rancangan usulan, program, kegiatan yang dapat mewujudkan percepatan pemulihan pasca bencana diberbagai sektor,” imbuhnya.(iko)