in

Penangguhan Camat Praya Barat Daya Ditolak Polres Lombok Tengah

kicknews.today – Unit Tipikor Satreskrim Polres Lombok Tengah (Loteng) menolak surat penangguhan penahanan Camat Praya Barat Daya Lombok Tengah, Kamarudin yang di ajukan oleh Istrinya. Ia ditahan karena terlibat dalam kasus dugaan pemotongan uang Marbot Masjid di wilayah Kecamatan setempat.

“Surat penangguhan penahanan Camat Praya Barat Daya itu kita tolak dengan alasan untuk mempercepat proses penyidikan,” ujar Kasatreskrim Polres Lombok Tengah, AKP Rafles P Girsang di kantornya, Selasa ( 26/3).

Dijelaskan, surat penangguhan penahanan itu diajukan oleh istrinya pada Minggu lalu setelah tiga hari ia ditahan. Akan tetapi dengan berbagai pertimbangan dan petunjuk dari Bapak Kapolres Lombok Tengah, penangguhan penahananya ditolak. Sehingga ia tetap ditahan sampai 20 hari kedepan sampai berkasnya lengkap dan P21.

“Kalau habis masa penahanan 20 hari, kita akan perpajang lagi sesuai aturan bisa sampai 40 hari kedepan,” jelasnya.

Disinggung terkait berkas penanganan kasus pemotongan dama Marbot Masjid tersebut, Rafles mengatakan, bahwa bekas kasus pemotongan dana Marbot Masjid itu sudah dilimpahkan kepada Kejaksaan Negeri Praya, namun P19 masih belum lengkap dan pihaknya masih menunggu petunjuk dari Kejaksaan.

“Kalau berkasnya sudah kita anggap lengkap, karena Laporan Hasil Kerugian Negara dari Inspektorat sudah ada Rp 9I juta dan keterangan saksi ahli,” ujarnya.

“Namun, Jaksaan menilai masih ada yang kurang dan kita masih menunggu petunjuk dari Kejaksaan Negeri Praya, tersebut,” pungkasnya.

Terpisah, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Praya, Feby Rudi yang dikonfirmasi terkait berkas kasus pemotongan Dana Marbot Masjid itu mengatakan, bahwa berkasnya sudah diterima dan pihaknya masih melakukan penelitian untuk kelengkapan formil dan materil untuk keperluan P21 Jaksa.

“Kita masih meneliti dan kita akan berikan petunjuk kelengkapan berkas perkaranya pada penyidik Polres Lombok Tengah dalam minggu ini,” jelas Feby yang didampingi Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Praya, Agung Kunto.

Menurut Feby, Penerapan Pasal (8) dalam berkas yang diajukan peyidik Polres Lombok Tengah dalam kasus tersebut dinilai masih lemah. Oleh sebab itu dalam waktu dekat pihaknya akan memberikan hasil kajian atas berkas perkara yang sudah disampaikan tersebut.

“Berkas perkaranya masih kurang dan masih ada yang harus diperbaiki,” pungkasnya. (Ade)