in

Berikut Fakta Pengamanan Karyawan Hotel di Acara Jokowi

Swafoto karyawan Hotel Lombok Raya Mataram usai acara Jokowi (Foto: Ist)

kicknews.today – Hotel Lombok Raya Mataram dijadikan lokasi pertemuan konsolidasi Tim Kampanye Daerah (TKD), Capres 01 Nusa Tenggara Barat (NTB) yang dihadiri Presiden Joko Widodo (Jokowi), Jumat (22/3). Sayangnya, pertemuan konsolidasi itu diwarnai hal yang kurang bijak yang dilakukan tiga oknum pegawai hotel, yang diduga dapat memicu kericuhan karena bersuwafoto salam dua jari dengan latar belakang spanduk paslon 01.

Kapolsek Cakranegara Kompol. Muslih HA. yang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp mengatakan, ketiga pegawai hotel tersebut diamankan pihaknya ke Mapolsek Cakranegara, guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi dan pada hari itu juga langsung dipulangkan (tidak ditahan).

Berdasarkan keterangan dari ketiga pegawai hotel tersebut, mereka berswafoto dua jari seusai acara pertemuan.

“Permasalahannya sore itu juga selesai, saling minta maaf. Giat foto spontanitas aja,” kata Kompol Musleh, Senin (25/3).

Artinya, lanjut Kapolsek, aksi swafoto dua jari itu tidak ada unsur kesengajaan. Karena itu tidak perlu dibesar-besarkan.

“Karena itu, mari segenap masyarakat untuk lebih bijak dan menempatkan sesuatu pada tempatnya. Kita jaga momen pesta demokrasi ini dengan bersikap arif, sehingga terciptalah Pemilu 2019 yang sukses, aman, damai, dan sejuk,” imbaunya.

Senada dengan Kapolsek Cakranegara, Kabid Humas Polda NTB, AKBP H. Purnama, S.I.K. mengatakan bahwa persoalan tersebut tidak ada unsur pidananya. Artinya, tidak dapat diproses secara hukum.

“Itu hak mereka dan itu dilakukan spontanitas saja, jadi bukan pelanggaran. Lebih-lebih belum ada yang keberatan, sehingga belum ada pidananya,” jelas Kabid Humas.

Namun demikian, pihaknya tetap mengimbau kepada masyarakat untuk tetap menjaga kondusifitas, terutama saat kampanye menjelang hari H.

“Jaga kondusifitas situasi dan kondisi pada tahap kampanye terbuka atau rapat umum ini, dengan tidak melakukan hal-hal yang provokatif, kontroversial atau menyebabkan konflik antar pendukung,” imbaunya. (red)