in

Miris… Empat Siswa Gagahi Dua Siswi di Lombok Timur

Empat pelaku bejat yang menggagahi teman sekolahnya di Lombok Timur

kicknews.today – Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lombok Timur, melakukan penyidikan terhadap empat siswa salah satu Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Lombok Timur. Pasalnya, keempat siswa tersebut diduga telah menggagahi (menyetubuhi) dua siswi, yang merupakan teman sekelas dan adik kelasnya.

Keempat pelaku tersebut antara lain inisial A, S, R, dan M, sedangkan dua korbannya yakni inisial D dan L. Dimana keluarga kedua korban tidak terima atas perbuatan keempat pelaku, dan melaporkannya ke pihak Kepolisian.

Penyidik Unit PPA Satreskrim Polres Lombok Timur Brigadir Nandar saat dikonfirmasi, Minggu (24/3), membenarkan perihal tersebut.

“Memang betul ada empat oknum siswa madrasah yang kami amankan Sabtu (23/3) malam, karena dilaporkan melakukan perbuatan tidak terpuji, terhadap teman satu sekolahnya dengan menyetubuhinya,” ungkapnya.

Dikatakan, menurut keterangan pelaku inisial A mengatakan kalau yang menggagahi kedua korban adalah dirinya, Sementara tiga terduga pelaku (satu group) lainnya menjadi pengawalnya. Namun demikian, lanjut A, ketiganya sempat tidur dengan salah satu korban setelah dirinya selesai melakukan hubungan intim. Bahkan temannya sempat berfoto selfie dengan salah satu korban dimana dirinya masih bugil.

“Memang saya mengakui kalau menyetubuhi dua korban di tempat yang berbeda,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan, dirinya melakukan perbuatan tidak terpuji itu pertama kali di WC sekolah dua pekan lalu, dengan korban L yang merupakan teman sekelasnya saat pulang sekolah.

Diceritakannya, dirinya mengajak korban bertemu sepulang sekolah dan pergi ke salah satu kamar WC di sekolah, diikuti tiga terduga pelaku lainnya. Di dalam WC itu pelaku mengajak dan membujuk korban disertai ancaman, untuk melakukan hubungan intim. Karena diancam, korban pun tidak berani menolak saat dirinya digagahi pelaku.

Dikatakannya, saat dirinya menggagahi korban, ketiga terduga pelaku lainnya berjaga-jaga di luar kamar WC. Setelah selesai melampiaskan napsu bejatnya, selanjutnya pelaku mengajak korban pulang bersama juga diikuti tiga terduga lainnya.

“Saat melakukan di WC dengan korban, hanya masuk setengah rudalnya ke kemaluan korban, dengan tidak sampai keluar airnya,” celetuk Brigadir Nandar sesuai keterangan pelaku.

Jarak satu pekan setelah dirinya menggagahi korban pertama, dengan mengajak ketiga teman satu group nya, melakukan perbuatan yang sama terhadap korban D yang merupakan adik kelasnya.

Dengan modus yang sama yakni mengajak ketemuan, kali ini pelaku membawa korban ke rumah kosong milik bibiknya yang ditinggal menjadi TKI ke Malaysia.

“Saya menyetubuhi korban dua kali, namun air mani saya keluar di luar tidak di dalam,” ujar pelaku inisial A.

Seusai melakukan perbuatan tidak terpuji bersama D tersebut, ketiga temannya ikut berbaring dengan telajang dada. Yang berujung dengan foto selfie yang menurut mereka sebagai kenang-kenangan pribadi.

“Memang betul, kami sempat tidur bersama dengan korban dalam posisi telanjang dada, lalu mengambil selfie menggunakan handphone,” kata tiga pelaku lainnya hampir berbarengan.

“Kalau korban yang disetubuhi A di WC sekolah, kami hanya tukang jaga saja. Akan tetapi pada saat yang kedua kalinya dengan adik kelasnya, kami hanya sempat berselfie telanjang dada saja dengan korban dan AM, dan ikut menyetubuhi,” kata pelaku S yang diiyakan teman lainnya. (Sul)