in ,

Ditanya jika Tak Terpilih jadi Presiden, Bagaimana Dana Gempa? Ini Jawaban Jokowi

Presiden Jokowi saat meninjau lokasi pembangunan umah tahan gempa di Lombok, NTB

kicknews.today – Presiden Joko Widodo kembali mengunjungi Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk kali ke sepuluh dalam lawatan kerjanya hari ini, Jum’at (22/03).

Didampingi Ibu Negara, Iriana Jokow Widodo, presiden melaksanakan tatap muka dengan masyarakat NTB penerima bantuan stimulan rumah rusak berat, sedang dan ringan pasca gempa yang melanda Lombok belakangan ini.

Dalam sesi tanya jawab di acara yang digelar di gedung Hakka, Narmada Lombok Barat tersebut, seorang warga Narmada bernama Abdul Azis bertanya kepada Presiden mengenai program dana gempa yang akan diterima masyarakat berhubung sedang ada di tahun politik saat ini dimana pemilihan presiden sedang berlangsung.

“Kita mengetahiu sekarang sedang tahun politik dan pemilihan presiden akan dilaksanakan pada 17 April 2019. Apakah proses ini (pencairan dana bantuan dan pengerjaan rumah-red) akan terus berjalan ketika bapak presiden tidak terpilih lagi?” tanyanya di hadapan presiden Jokowi.

Diiringi riuh tepuk tangan masyarakat penerima bantuan stimultan dana gempa, presiden Jokowi tampak tersenyum mendengar pertanyaan itu.

“Apakah program yang dilaksanakan ini (bantuan-red) akan berjalan sesuai keinginan presiden saat ini apa bagaimana?” tegasnya.

Menjawab pertanyaan itu, presiden Jokowi mengatakan kalau anggaran untuk stimulasi bantuan dana gempa ini sudah dipegang daerah untuk korban gempa sebesar 5.1 Triliun Rupiah dan ini sudah mulai diterima sejak bulan Desember 2018 tahun lalu.

“Ini sedang diproses untuk tambahan yang baru kemarin. Tambahan ada 5 Triliun lagi supaya bapak ibu semuanya mengetahui mengenai hal ini,” katanya.

Disampaikan presiden, kalau dia dan jajarannya saat ini tidak hanya sedang mengurusi Lombok, tetapi juga daerah lain yang juga dilanda bencana seperti di Palu, Donggala, Banten dan Lampung yang jumlahnya juga tidak lebih sedikit dibandingkan di Lombok.

“Tetapi kita semuanya harus optimis bahwa persoalan ini bisa diselesaikan bersama secepatnya,” ujar presiden.

Menurut presiden, dalam acara tersebut dia sudah mendapat masukan-masukan berharga mengenai cara-cara menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi saat ini langsung dari masyarakat yang terkena dampaknya.

“Tadi juga pak gubernur sudah menyampaikan mengenai masalah-masalah untuk dilakukan percepatan penanganan seperti material yang saat ini juga kurang seperti semen, baja ringan, suplayer yang kurang juga,” jelasnya.

Dia mengatakan sudah memerintahkan menteri BUMN mengirimkan semen dan material lain secepat-cepatnya.

Maka dari itu, hal tersebut memotivasinya untuk sering turun ke lapangan karena ingin tahu persis masalah-masalah yang ada di bawah dan ingin menyelesaikannya. Tetapi juga yang paling penting, presiden Jokowi memastikan kalau uang 5,1 triliun sudah sampai di NTB. Ini artinya tinggal prosedur di daerah yang dipercepat.

“Jadi kalau saya pas tidak ke sini, bapak-bapak ibu-ibu jangan pernah merasa ditinggalkan. Saya akan tetap ke sini menyelesaikan persoalan ini meskipun saya harus juga cek ke Donggala, ke Palu dan ke lampung,” jelasnya.

“Nanti dua atau tiga bulan lagi saya akan ke sini lagi untuk pastikan apa yang menjadi masalah dan apa yang belum diselesaikan,” pungkasnya.

Ditegaskan lagi oleh presiden, “Dua atau tiga bulan lagi saya akan ke sini (Lombok-red), InsyaAllah” tegasnya. (red.)