in

Kata Kedubes Malaysia Soal Insiden Longsor Akibat Gempa di Senaru

Konfrensi pers soal insiden di Senaru dihadiri Sekretaris Kedua Kedubes Malaysia untuk Indonesia (tengah) (foto:rico)

kicknews.today – Puluhan warga Malaysia sempat merasakan secara langsung kejadian gempa 5.8 SR yang mengguncang Kabupaten Lombok Utara (KLU) belum lama ini. Bahkan dua warga Negara mereka harus jadi korban, lantaran tertimpa longsor di kawasan wisata Senaru. Pihak Kedutaan Besar (Kedubes) Malaysia untuk Indonesia melalui konfrensi pers, Rabu (21/3) yang digelar di Aula Kantor Bupati KLU pun angkat bicara.

Sekretaris Kedua Kedubes Malaysia untuk Indonesia, Faizal Bin Ishak pada kesempatan itu mengungkapkan jika kejadian bencana tidak bisa diprediksi. Namun penanganan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) sudah dirasa baik. Pihaknya juga telah turun langsung ke lokasi guna memantau keadaan dan menemui salah seorang warga yang membantu evakuasi kala itu.

“Musibah gempa merupakan bencana yang tidak seorang pun mengetahuinya. Kami memberikan apresiasi kepada mereka karena sudah membantu semua warga kami saat terjadi gempa,” ungkapnya.

Pihaknya menyatakan bagi warga Malaysia supaya tidak kapok datang ke Indonesia khususnya Lombok. Musibah yang terjadi tak membuat pihaknya meminta warga Malaysia untuk tidak datang lagi. Sebab Kejadian tersebut dinilai murni bencana alam yang tidak bisa diprediksi. Hal ini juga tidak menjadi alasan adanya pemutusan hubungan kerjasama antara kedua Negara.

“Saya rasa kerjasama antara Lombok Utara dengan Terengganu pun akan tetap berjalan,” katanya.

Terhadap semua pelancong yang menderita luka-luka maupun yang meninggal dunia, Faizal mengatakan sudah ditangani baik pemerintah Indonesia. Kedua warga Malaysia yang meninggal dunia dan warga yang selamat sudah dipulangkan dengan menggunakan pesawat yang disiapkan pemerintah Indonesia.

“Garuda dan Air Asia mengantar semua rombongan pelancong ke Kuala Lumpur maupun ke Johor Baru. Ada empat yang masih dirawat inap,” jelasnya.

Sementara itu, Atase Kepolisian Kedubes Malaysia di Jakarta Abu Bakar Yaacob mengaku, pihaknya tidak mempersoalkan atas musibah yang menimpa warga Malaysia di Tiu Kelep. Bahkan terhadap travel agent yang membawa para pelancong.  Namun ia mengimbau pada para pelancong Malaysia kedepannya datang menggunakan travel agent resmi.

“Karena mereka pada saat berkunjung ke obyek lokasi Tiu Kelep itu tidak bersama travel resmi. Artinya mereka memesan sendiri-sendiri,” jelasnya.

Di sisi lain, atas kejadian longsor tersebut dua objek pariwisata yaitu Tiu Kelep dan Sendang Gila tidak direkomendasikan untuk sementara waktu. Hal ini ditegaskan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Vidi Ekakusuma. Vidi melanjutkan, saat kejadian ada 18 dari 22 wisatawan dalam satu rombongan yang masuk ke lokasi Tiu Kelep. Seorang di antaranya Warga Negara Indonesia dari Jakarta. Mereka menginap di salah satu hotel di Senggigi Lombok Barat dengan total jumlah sebanyak 28 orang.

“Namun empat orang di antaranya itu hanya sampai di Air Terjun Sendang Gila. Lokasi air terjun Tiu Kelep tidak kita tutup, hanya diimbau tidak didekati sementara. Karena lokasi itu akan diperbaiki tahun ini,” pungkas Vidi.(iko)