in

Fraksi DPRD Lombok Tengah Setujui Pembahasan Ranperda Perlindungan Mata Air

kicknews.today – Semua Fraksi di DPRD Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) masing-masing Fraksi Partai Golkar, Gerindra, PKB, Demokrat, PPP, PKS, PBB, Nasdem dan Fraksi Nurani Perjuangan, menerima dan menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perlindungan Mata Air yang merupakan usulan Komisi III.

Persetujuan pembahasan Ranperda itu disampaikan dalam sidang paripurna dengan agenda penjelasan Komisi III dan pandangan fraksi terhadap Ranpeerda Perlindungan Mata Air, di Kantor DPRD Lombok Tengah di Kelurahan Jontlak, Kamis (21/3).

Juru bicara (Jubir) Partai Golkar, H Masud menyampaikan, bahwa setelah mencermati Ranperda tentang perlindungan mata air yang telah disampaikan oleh komisi III DPRD Lombok Tengah, pihaknya menyampaikan apresiasi yang setinggi tingginya kepada komisi III atas inisiatifnya mengajukan Ranperda tersebut. Karena masalah air merupakan kebutuhan vital bagi manusia dan seluruh mahluk hidup yang harus berkesinambungan pelestarian, perlindungan serta pemanfaatannya.

“Oleh karena itu Fraksi Partai Golkar setuju Ranperda tentang perlindungan mata air ini dijadikan Ranperda inisiatif DPRD Lombok Tengah,” uja H Masud.

Sementara itu, Jubir partai Gerindra, Muhibban menyampaikan, bahwa program ketahanan air merupakan hal yang penting dan baru. Namun kenyataan di Iapangan didapatkan perlindungan, pengelolaan dan pengawasan pada mata air belum cukup didalami.

OIeh karena itu, perlu diatur ketetatapan area mata air yang perlu diberikan perlindungan, pengelolaan dan pengawasan.

“Fraksi Gerindra Ranperda menyetujui pembahasan Ranperda yanh diusulkan oleh Komisi III, karena melihat kondisi Mata Air yang debitnya selalu berkurang setiap tahunnya akan menjadi problem kedepannya. Sehingga diperlukan produk hukum yang akan menjadi proteksi keseimbangan kebutuhan masyarakat terhadap air bisa terpenuhi,” jelasnya.

Begitu juga yang disampaikan oleh Jubir PKB, Nurul Adha, bahwa pengusulan Ranperda pengelolaan mata air menurutnya memang agak terlambat dalam pengajuannya, maksudnya adalah inisiasi dan pengajuan semestinya diusulkan tahun-tahun lalu.

Karena melihat situasi dan kondisi kerusakan ekosistem mata air yang semakin memprihatinkan. Sehingga menyebabkan menurunnya sumber daya air dan mengakibatkan adanya konflik dan masalah di masyarakat, karena merupakan faktor kebutuhan dasar.

“Kami sangat berharap usulan Ranperda ini segera untuk disahkan menjadi Perda,” ujarnya.

Sementara, Jubir Partai Demokrat, Jamaluddin menyampaikan bahwa perlindungan mata air dilakukan sebagai upaya agar kesinambungan mata air pada kondisi tertentu dapat berlangsung dalam waktu yang lama.

“Kami Fraksi partai Demokrat berkesimpulan Ranperda perlindungan mata air tersebut adalah solusi yang tepat untuk senantiasa sumber mata air di wilayah kita tetap terjaga dan lestari. Dan kami menyatakan setuju Ranperda tersebut untuk di bahas lebih lanjut,” ujarnya.

Jubir PPP, Saharuddin menyampaikan, bahwa saat ini air merupakan material yang sangat dibutuhkan bagi kehidupan di muka bumi dan semakin surutnya debit air. Sumber mata air itu perlu dikelola secara sistematis dengan menyeimbangkan aspek pemanfaatan.

“Atas dasar itu, kami memberikan apresiatif kepada Komisi III yang menginisisasi ranperda perlindungan mata air sebagai regulasi berupa produk hukum daerah untuk melakukan perlindungan dan pengelolaan terhadap sumber mata air,” ujarnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Jubir Fraksi PKS, Supriadi, Jubir Fraksi PBB, Didik Arista, Jubir Fraksi Nasdem, H Kamran, dan Jubir Fraksi Nurani Perjuangan bahwa menyetujui pembahasan Ranperda Perlindungan Mata Air tersebut.

Sidang Paripurna itu dipimpin oleh Wakil Ketua I DPRD Lombok Tengah, HM Nasib dan dihadiri anggota DPRD Lombok Tengah. (Adv/Ade)

“Kerjasama Humas DPRD Lombok Tengah dengan Media Online Kicknews.today”