in

Polda NTB Retas Jaringan Peredaran Ganja Asal Aceh

Wakil Direktur Ditresnarkoba dan Kabid Humas Polda NTB menunjukkan barang bukti kasus ganja asal Aceh

kicknews.today – Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Nusa Tenggara Barat (NTB), berhasil menggagalkan peredaran narkoba jenis ganja asal Aceh seberat 5 kilogram (kg) lebih, yang akan diedarkan di Pulau Lombok, NTB.

Wakil Direktur Ditresnarkoba Polda NTB AKBP Kristovo Arianto WP, S.l.K., SH., M.Si, didampingi Kabid Humas Polda NTB AKBP H. Purnama, S.I.K., Selasa (19/3), mengungkapkan, Tim Opsnal berhasil menangkap dua orang diduga pengedar yang satu diantaranya wanita, bersama barang bukti 51 bungkus daun ganja kering siap edar seberat 5,040,10 gram.

“Ganja itu dikirim dari Aceh dan rencananya diedarkan di Lombok, NTB,” ujarnya saat konferensi pers Ruang Subdit ll Polda NTB.

Kedua pelaku yakni yang laki-laki inisial SU alias Uci (43) dan rekan wanitanya inisial ST alias Sin  (33), warga Kelurahan Dasan Agung Kecamatan Selaparang Kota Mataram,

Dijelaskan, sebenarnya Tim Opsnal telah lama melakukan monitoring terhadap kedua pelaku, sejak adanya laporan bahwa kedua pelaku sering mengedarkan ganja di wilayah Kota Mataram.

“Kedua pelaku merupakan target operasi (TO) pihak kepolisian, karena sepak terjangnya,” ucapnya.

 

ditangkap di sebuah kos-kosan yang berada di Jalan Gunung Merapi Lingkungan Pelita, Kelurahan Dasan Agung, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram belum lama ini.

Lebih jauh diungkapkan, sesaat sebelum penangkapan, Tim Opsnal yang terus melakukan monitoring melihat pelaku tergesa-gesa mengendarai sepeda motor, dengan membawa sesuatu yang mencurigakan yang diduga ganja ke Dasan Agung Gapuk.

“Tim Opsnal kemudian mengejar dan membuntuti tersangka hingga ke rumahnya,” jelasnya.

Anggota pun kemudian menyergap pelaku setibanya di lokasi yang dituju, dan melakukan interogasi awal terkait barang yang dibawanya.

Setelah didesak, pelaku pun mengaku bahwa selain ganja yang dibawanya, sebagian besar lainnya dia sembunyikan di salah satu kamar kos-kosan di Lingkungan Pelita, Dasan Agung Baru.

Tim Opsnal pun menggelandang pelaku ke lokasi yang dimaksud, dan setelah dilakukan penggeledahan ditemukan 51 bungkus plastik transparan yang berisi daun ganja kering, biji, dan batang ganja, dua buah handphone, dan jerigen.

Dari pengakuan kedua pelaku, barang tersebut berasal dari Aceh dan belum lama ini dikirim menggunakan jasa pengiriman PT. Satria Antaran Prima (SAP) Express.

“Tersangka mengaku dijanjikan upah Rp 500 ribu untuk 1,5 kilogram ganja,” ujarnya.

Semenatara Kabid Humas Polda NTB AKBP H. Purnama, S.I.K. mengimbau kepada seluruh masyarakat khususnya di NTB, agar menjauhkan diri dari bahaya narkoba.

“Mari kita bekerjasama untuk memerangi narkoba,” imbaunya.

Menurutnya, narkoba itu adalah candu yang sangat sadis. Karena kalau seseorang mulai mencoba mengkonsumsinya, maka efeknya sangat tidak positif.

“Selain itu, narkoba dalam bentuk atau jenis apapun, memberi efek kecanduan karena di dalamnya terkandung zat adiktif,” jelas Kabid Humas.

Dia menjelaskan, untuk kedua pelaku pihanya akan menerapkan Pasal 114 ayat (2) dan Pasal 111 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Dari pasal yang dikenakan, yang bersangkutan akan dipenjara paling singkat enam tahun dan paling lama 20 tahun, sampai seumur hidup,” tandasnya. (red)