in ,

Majelis Rakyat Papua Minta Solusi Tangkal Radilakisme Agama ke PBNU

MRP foto bersama PBNU usai pertemuan di Ruang Rapat Utama Gedung Bintang Sembilan, Jakarta

kicknews.today – Para tokoh masyarakat Papua yang tergabung dalam Majelis Rakyat Papua (MRP), Selasa (19/3), bersilaturahim ke Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jakarta, guna membahas sekaligus meminta jalan keluar terkait radikalisme agama.

Ke-17 tokoh MRP itu diterima langsung oleh Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siroj, di Ruang Rapat Utama Gedung Bintang Sembilan, seperti diterbitkan beberapa media NU.

Dalam pertemuan tersebut, Wakil Ketua I MRP Jimmy Mabel mengungkapkan tujuan kedatangannya di kantor organisasi Islam terbesar di Indonesia, bahkan di dunia itu.

“Mohon solusi kepada PBNU, agar Muslim dan Kristen hidup rukun di Papua. Kami tak ingin terjadi seperti di Poso dan Ambon. Ini sangat berat,” ungkapnya usai memperkenalkan diri.

Dikatakan, rakyat Papua selalu menginginkan kedamaian, dan tidak pernah benci kepada siapapun.

“Tidak boleh terjadi peristiwa Poso dan Ambon,” tegasnya lagi.

Jimmy menjelaskan, bibit radikalisme agama saat ini semakin tumbuh subur di Tanah Papua. Dimana kalau terus dibiarkan membesar, akan sangat berbahaya khususnya bagi masyarakat Papua.

Secara spesifik Jimmy menyebutkan bahwa ada kelompok tertentu, yang mendirikan lembaga tanpa izin dan ditengarai menyebarkan benih-benih kebencian.

Menanggapi jal tersebut, Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siroj mengaku prihatin dengan kondisi tersebut.

Dikatakannya, NU akan selalu bersama masyarakat Papua dalam memerangi kezaliman, termasuk berjanji akan menyampaikan keresahan saudara-saudara sebangsa di Tanah Papua kepada pihak berwenang.

“NU selalu bersama masyarakat tertindas. Puncak kezaliman adalah mengatasnamakan agama,” kata Katua Umum PBNU.

“Rais Aam berganti, Ketua Umum berganti, prinsip NU tidak pernah berganti. Semua warga negara Indonesia, saudara saya, saudara NU,” tegasnya.

Selain itu, pihaknya juga menyampaikan kepada tokoh-tokoh masyarakat Papua, bahwa beberapa minggu lalu NU telah memutuskan agar seluruh warga NU, tidak boleh menyapa orang di luar agama Islam (non-muslim, red) dengan sebutan “kafir”.

“Ini sesuai dengan fatwa ulama Al-Azhar Mesir,” ucap KH. Said Aqil.

Turut hadir mendampingi Ketua Umum PBNU dalam pertemuan tersebut, Ketua PBNU H. Iqbal Sullam dan Aizuddin Abdurrahman, Wakil Sekretaris Jenderal Andi Najmi Fuadi, dan Katib Syuriyah KH. Nurul Yaqin Ishaq. (red)