in

Pemda Segera Tunjuk Plt Camat Praya Barat Daya Lombok Tengah

kicknews.today – Pasca ditahannya Camat Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), Kamarudin oleh unit Tipikor Satreskrim Polres Lombok Tengah mengakibatkan adanya kekosongan jabatan. Untuk itulah, Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Tengah mulai menyikapi persoalan tersebut dan dalam waktu dekat akan menunjuk Plt sebagai Camat Praya Barat Daya.

“Kita sudah bersurat kepada Polres Lombok Tengah untuk status hukum Camat Praya Barat Daya yang tersandung dugaan kasus pemotongan dana Marbot Masjid tersebut. Kalau sudah ada surat putusan itu baru bisa ditindaklanjuti dengan penunjukan plt,” ujar Kabag Humas dan Protokol Setda Lombok Tengah, H Lalu Herdan di kantornya, Senin (18/3).

Dijelaskan, meskipun belum ada plt yang ditujuk sebagai camat, namun yang menjalankan roda pemerintahan di Kecamatan Praya Barat Daya itu untuk sementara waktu dikendalikan oleh Sekretaris Camat (Sekcam).

“Sekcam yang mengendalikan untuk sementara waktu sambil menunggu penunjukan Plt,” jelasnya.

Labih jauh ia mengatakan, bahwa calon pejabat yang disiapkan untuk menjadi Plt Camat Praya Barat Daya tersebut cukup banyak, seperti Asisten, Staf Ahli dan Sekcam Praya Barat Daya juga bisa berpeluang menjadi Plt.

“Sekcam juga bisa berpeluang menjadi Plt tergantung Pak Bupati siapa yang akan ditunjuk,” katanya.

Disinggung terkait adanya bantuan Hukum yang akan diberikan Pemerintah Daerah terhadap Camat tersebut ? H Lalu Herdan menjelaskan, bahwa apa yang diperbuat oleh camat tersebut adalah masalah perbuatan pribadi, sehingga tidak bisa diberikan bantun hukum. Berbeda halnya dengan persoalan ketika menjalankan tugas kedinasan baru bisa diberikan bantuan hukum.

“Tidak ada bantuan hukum, karena itu adalah perbuatan pribadinya,” pungkasnya.

Ia juga menambahkan, dengan ditahannya Camat Praya Barat Daya tersebut, maka jumlah jabatan yang kosong di lingkungan Pemerintah Daerah Lombok Tengah ini semakin bertambah.

“Jumlah jabatan yang kosong cukup banyak saat ini, sehingga memungkinkan terjadinya mutasi untuk mengisi kekosongan jabatan tersebut,” pungkasnya. (Ade)