in

BMKG: Waspadai Gelombang Tinggi di Perairan NTB Sampai Kamis Depan

Ilustrasi gelombang tinggi di Pantai Ampenan

kicknews.today – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi di wilayah Indonesia termasuk perairan di NTB.

Peringatan dini ini berlaku dalam kurun waktu empat hari ke depan yakni mulai Senin (18/3) hingga Kamis (21/3).

Menurut siaran pers yang diterima, penyebab potensi gelombang tinggi ditengarai karena adanya Siklon Tropis Savannah (958 hPa) di Samudra Hindia barat daya Lampung, pola tekanan rendah 1006 hPa di Laut Timor selatan NTT dan Samudra Pasifik utara Papua, serta pola konvergensi di Selat Makassar bagian selatan, Perairan Kepulauam Selayar – Kepulauan Sabalana, Perairan selatan Flores dan Laut Sawu.

Kecepatan angin tertinggi terpantau di Perairan Kepulauan Sangihe – Kepulauan Talaud, Laut Maluku, Laut Banda, Perairan Kepulauan Tanimbar – Kepulauan Aru.

Beberapa daerah yang berpeluang terdampak gelombang tinggi dengan kategori sedang (1,25 – 2,5 meter) di antaranya adalah:

– Perairan Utara Sabang

– Perairan Sabang – Banda Aceh

– Perairan Barat Aceh hingga Kep. Nias

– Perairan Enggano – Bengkulu

– Samudera Hindia barat Aceh

– Perairan Selatan P.Sawu – P. Rote

– Laut Sawu dan Laut Timor

– Perairan Selatan Flores

– Laut Natuna Utara

– Perairan Kep. Anambas – Kep. Natuna,

– Perairan Selatan Kalimantan

– Laut Jawa

– Perairan Utara Jawa Timur – Kep. Kangean

– Laut Sumbawa

– Perairan Utara Sumbawa

– Selat Makassar bagian utara

– Perairan Barat Sulawesi Selata

– Perairan Kep. Sabalana – Kep. Selayar

– Laut Sulawesi bagian tengah dan timur

– Perairan Timur Bitung – Kep. Sitaro

– Perairan Selatan Kep. Sangihe – Kep. Talaud

– Laut Maluku bagian utara

– Perairan Kep. Halmahera

– Laut Halmahera

– Perairan Utara Papua Barat hingga Papua

– Samudera Pasifik utara Papua Barat hingga Papua

– Perairan Kep. Babar – Kep. Tanimbar

– Perairan Selatan Kep. Kei – Kep. Aru

– Laut Arafuru bagian timur.

Sementara itu, beberapa wilayah Indonesia lainnya juga perlu meningkatkan kewaspadaan menyusul adanya potensi gelombang yang lebih tinggi yaitu kisaran 2,5 hingga 4 meter.

Wilayah tersebut di antaranya:

– Perairan Barat Kep. Mentawai

– Perairan Barat Lampung

– Samudera Hindia barat Kep. Nias hingga Lampung

– Selat Sunda bagian selatan

– Perairan Selatan Jawa hingga P. Sumba

– Selat Bali – Lombok – Alas bagian selatan

– Samudera Hindia selatan Jawa hingga NTT

– Perairan Utara Kep. Sangihe – Kep. Talaud

– Samudera Pasifik utara Halmahera.

BMKG mengimbau pada nelayan dan masyarakat pada umumnya yang beraktivitas di pesisir wilayah yang berpotensi gelombang tinggi untuk memperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran.

Beberapa moda transportasi yang perlu diperhatikan yaitu perahu nelayan kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m, kapal tongkang kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m, kapal ferry kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m, dan kapal ukuran besar seperti kapal kargo/kapal pesiar kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m.

Masyarakat yang berdomisili dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi serta wilayah pelayaran padat juga diimbau agar tetap waspada.

Jika terjadi gelombang tinggi, diharapkan menjauh menuju tempat yang lebih tinggi. (red.)