in ,

Gempa Besar Kembali Sapa Lombok, Peneliti: Rechargenya lebih cepat

Rumah yang ambruk akibat gempa Lombok, siang ini

kicknews.today – Pada 29 Juli 2018 tahun lalu, Lombok diguncang gempa dengan kekuatan dahsyat. Gempa besar itu kemudian berulang pada 5 Agustus 2018 dengan skala magnitude hingga 7.0 SR lalu diiringi dengan gempa yang skalanya menurun hingga tak ada lagi gempa yang terekam.

Namun hari ini, Minggu (17/3) pukul 14.07 WIB atau 15.07 WITA, gempa kembali menyapa Lombok dengan kekuatan magnitude yang cukup besar hingga 5,8 SR dan kemudian disusul dengan skala yang lebih kecil yakni 5,2 SR yang berpusat di Lombok Timur.

Gempa ini kembali membuat kepanikan di tengah masyarakat. Pantauan media ini, masyarakat di Mataram sebagai ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Barat berhamburan keluar bangunan. Pengunjung Mataram Epicentrum Mall juga tampak panik keluar dari pusat perbelanjaan itu.

Peneliti Geologi yang juga Dosen di Fakultas Tehnik Sipil, Universitas Mataram, Didi S. Agustawijaya M.Ing., PHD yang dihubungi kicknews.today menyatakan, pusat gempa yang terjadi saat ini lokasi lokasinya masih sama dengan sebelumnya. Artinya masih mengikuti pola yang sama seperti gempa tahun lalu.

“Gempa sebulan terakhir di wilayah Nusa Tenggara cukup aktif, mungkin ini memberi recharge pada gempa di Lombok lebih cepat,” jabarnya.

Mengenai kemungkinan gempa dengan pelepasan energi yang besar pada tahun lalu dapat mengurangi secara drastis pelepasan energi berikutnya dengan rentang waktu periodik yang cukup panjang, Didi menyatakan belum tentu terjadi seperti demikian karena kekuatan magnitude gempa pada tahun lalu terbilang cukup besar.

“Recharge yang cepat atau energi yang lalu sangat besar hingga sekarang. Kalau melihat aktivitas gempa di satu bulan terakhir ini banyak terjadi di Sumba. Sepertinya rechargenya cepat,” katanya.

Karena itu, Doktor jebolan University of South Australia ini mengimbau agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan dengan memahami betul cara-cara mitigasi bencana.

“Aktifitas seperti biasa saja, hanya waspada, semoga tidak datang yang lebih besar lagi,” pesannya. (red.)