in

Di Lombok Tommy Soeharto Kritik Utang dan Kebijakan Impor Negara

Ketua Umum Partai Berkarya, Hutomo Mandala Putra (Tommy Soeharto)

kicknews.today – Hutomo Mandala Putra sebagai Ketua Umum Partai Berkarya hari ini, Minggu (17/3) melaksanakan konsolidasi dengan pengurus, kader dan caleg partai Berkarya se Nusa Tenggara Barat di Grand Imperial Ballroom, Tanjung Karang, Mataram.

Dalam sambutannya, Putra Mantan Presiden Soeharto itu mengeritik hutang pemerintahan Jokowi-JK saat ini yang disebutnya bernilai lebih dari dari 5 ribu triliun selain soal kebijakan impor yang dianggap gagal membuat ekonomi Indonesia mandiri.

Tommy, sapaan akrab Hutomo Mandala Putra itu juga menyebut, selama reformasi negara seperti kehilangan arah karena tidak memiliki Garis Besar Haluan Negara (GBHN) dan Rencana Pembangunan Lima Tahun (REPELITA) seperti yang diprogramkan pada era pemerintahan Soeharto dulu.

“Sekarang, selama reformasi kita tidak punya target tujuan pembangunan. Kita semua hanya berdasarkan APBN tahunan, sehingga pada kenyataan sekarang bahwa pinjaman negara kita sampai 5 ribu triliun lebih, dan itu kita yakini tidak akan dapat dilunasi oleh pemerintahan sekarang ini” katanya.

Dikatakan dia, Indonesia memang bukan anti hutang tetapi menurutnya, sebaiknya Indonesia harus mengetahui kapan hutang harus dilunasi agar ekonomi negara bisa mandiri.

“Dalam program yang ada, bahkan beraspun untuk swasembada pangan kita belum bisa mempertahankannya. Kita masih import. Bahwa di sini di Nusa Tenggara Barat harusnya jadi lumbung pangan, dan seharusnya bisa dilakukan. Maka inilah Partai Berkarya harus hadir, caleg-calegnya harus hadir untuk mewujudkan ini,” tegasnya.

Selain konsolidasi dengan para pengurus partai yang berada di bawah pimpinannya itu, Tommy juga melakukan kunjungan silahturahmi dengan pengasuh dan pimpinan beberapa pondok pesantren di pulau Lombok, salah satunya dengan pimpinan Pondok Pesantren Yatofa (Yayasan Taofadiliayah) di Lombok Tengah yang disambut hangat oleh Tuan Guru Haji M.Fadli Fadil Tohir selaku pimpinan pondok pesantren Yatofa. (red.)