in

Merasa di-PHP, Mahasiswa Muhammadiyah Ancam Demo Gubernur NTB

Pertemuan Pengurus DPD IMM NTB bersama Gubernur Dr. H. Zulkieflimansyah menjelang Musda IMM beberapa waktu lalu

kicknews.today – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) mengungkapkan kekesalannya terhadap Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, lantaran merasa di-PHP (sebutan pemberian harapan palsu, red) saat acara Pelantikan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IMM NTB, Rabu (13/3).

Kekesalan itu diluapkan Ketua DPD IMM NTB Miftahul Khair, saat menyampaikan sambutan pada agenda pelantikan yang berlangsung di Aula Rektorat Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Mataram.

“Atasnama Ketum DPD IMM NTB beserta kader merasa sangat dipermainkan, dangan janji Gubernur Nusa Tenggara Barat,” sesalnya.

Dikatakan, sejak acara dibuka sekitar pukul 09.00 Wita, Gubernur yang akrab disapa Dr. Zul yang diagendakan membuka acara itu tak kunjung terlihat. Bahkan kabar didisposisikan ke pejabat lainnya pun, diterima panitia saat acara akan berakhir.

Menjelang acara ditutup, akhirnya terlihat Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, H. Rosyadi H Sayuti, memasuki lokasi acara. Karena hadir di waktu yang kasep, Sekda diberi kesempatan menyampaikan sambutan penutup acara.

Bagi DPD IMM NTB, kehadiran Gubernur sangat berarti, karena momentum acara itu sangat relevan dengan visi Gubernur NTB, yang mendorong generasi muda kreatif berpikir konstruktif dan berprestasi.

Menurut mereka, Dr. Zul adalah sosok pemimpin muda yang tidak berjarak dengan kalangan mahasiswa, juga dengan organisasi kepemudaan. Namun mereka harus menelan kekecewaan dan mengancam melakukan unjuk rasa.

“Menyambut momentum 55 tahun IMM, kami DPD IMM NTB akan menggelar mimbar bebas, di depan Kantor Gubernur NTB dalam waktu dekat ini, sebagai bentuk kritikan dan rasa kecewa kami, atas sikap Gubernur NTB yang sudah dua kali tidak hadir di acara IMM,” tegasnya.

Tidak cukup sampai disana, pengurus DPD IMM meluapkan kekecewannya seusai acara, saat audensi langsung dengan Sekda.

Menurut Miftahul Khair, beberapa hari sebelumnya, secara resmi ia dan kader IMM mendatangi Kantor Gubernur, dan langsung bertemu Dr. Zul untuk audensi kehadiran.

“Semula beliau konfirmasi akan hadir. Tapi beliau tiba-tiba tidak hadir. Kami merasa di-PHP kalau begini,” ujarnya dengan nada kesal.

Dibeberkannya, setiap diundang menghadiri acara penting IMM, Gubernur selalu mengiyakan untuk dapat hadir. Namun begitu hari H acara, kata Miftahul Khair, tidak kunjung datang.

“Patut menjadi pertanyaan besar, kenapa Gubernur tidak pernah hadir di acara IMM? Padahal ini sekelas pelantikan hasil Musda. Sedangkan acara organisasi mahasiswa lain dia tidak pernah absen, walaupun ukuran kami acaranya tidak se-urgen acara kami ” kwtuanya seraya menyebut sejumlah OKP yang rajin dihadiri Gubernur.

Demikian pula dengan mantan Ketua DPD IMM Supratman, yang juga mengungkapkan pengalaman sama. Dimana saat momentum Musda pada Januari 2019 lalu, Gubernur berjanji untuk hadir saat pembukaan.

“Tapi seperti pengalaman hari ini, Gubernur tidak hadir. Padahal sudah janji akan datang,” ujar Supratman.

Setelah mendengar panjang lebar keluh kesah itu, Sekda NTB memahami protes tersebut. Ia pun meminta mahasiswa memaklumi alasan ketidakhadiran Gubernur.

Menurut Sekda, pada saat bersamaan Gubernur harus berangkat ke Jakarta, atas undangan Pemerintah Pusat yang tidak dapat diwakili.

“Tadinya rencananya akan tetap mampir ke sini (acara pelantikan, red), tapi acara yang pagi tadi kan molor di luar perkiraan. Nah, sehingga beliau tidak sempat hadir, jadi langsung ke bandara,” ujarnya.

Ia pun meminta maaf atasnama Gubernur dan Pemerintah Provinsi NTB, dan berjanji akan memfasilitasi pertemuan Pengurus DPD IMM dengan Gubernur. (red)