in

Polres Lombok Timur Limpahkan Kasus Asusila Pria Difabel ke Polres Mataram

Pelaku (baju hitam) warga Selagik Tengah Kecamatan Terara saat di depan penyidik

kicknews.today – Polres Lombok Timur melimpahkan kasus asusila yang dilakukan pria difabel inisial AW (27), warga Selagik Tengah Kecamatan Terara Kabupaten Lombok Timur, terhadap siswi Sekolah Menengah Keguruan (SMK) inisial DW (17) ke Polres Mataram.

“Memang betul kasus setubuhi oknum siswi SMK oleh pacarnya sudah dilimpahkan ke Polres Mataram,” kata Kepala Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Lombok Timur, IPDA I Made Dwi Putrayasa saat dikonfirmasi, Senin (11|3).

Dikatakan, pelimpahan kasus tersebut karena tindakan tidak terpuji itu dilakukan di wilayah Kota Mataram, sesuai pengakuan pelaku dan korban. Atas dasar itulah pihaknya melimpahkan penanganannya ke Polres Mataram, meskipun pelaporannya ke Polres Lombok Timur.

“Untuk penanganan lebih lanjut di Polres Mataram, karena kasusnya sudah kami limpahkan,” ujarnya.

Sebelumnya telah diberitakan, menurut penuturan Mariyatun (ibu korban) ke pihak penyidik, dirinya mengetahui setelah mendengarkan cerita dari anaknya, kalau pelaku pernah menyetubuhi atau melakukan hubungan intim terhadap anaknya. Dimana terlebih dahulu anaknya diancam oleh pelaku, kalau tidak dilayani akan menyebarkan foto bugil DW.

“Pelaku mengancam kalau anaknya tidak mau melayani pelaku, maka foto telanjang anaknya akan disebarkan,” tutur Mariyatun.

Ia mengatakan, anaknya jarang ke luar rumah, bahkan tidak mengetahui kalau menjalin hubungan asmara dengan pelaku. Dirinya baru mengetahui setelah anaknya menceritakan perbuatan pelaku, akhirnya pihak keluarga melaporkan pelaku ke Polres Lombok Timur.

”Anak saya mengaku melakukan hubungan intim dengan pelaku satu kali di bawah ancaman,” ujarnya.

Sementara itu, kepada awak media pelaku AW tidak menampik atau mengakui apa yang dilakukannya terhadap korban.

“Memang benar saya melaku hubungan intim sekali,” ucapnya seraya mengatakan bahwa dirinya lupa kapan melakukan perbuatan asusila tersebut.

Dikatakan, dirinya mengenali korban melalui media sosial (medsos) facebook yang selanjutnya dilakukan copy darat (pertemuan). Saat pertemuan itu keduanya saling tukar nomor hp dan berkomunikasi via WhatsApp.

Masih menurut penuturan pelaku, mereka sering melakukan video call, dimana pelaku meminta korban membuka pakaian alias bugil bin telanjang, demikian pula sebaliknya. Bahkan, dirinya meminta korban mengirim foto bugil melalui WhatsApp. (Sul)