in

Petani Geruduk Kantor Distan Lombok Timur Pertanyakan Pungli Bantuan Bibit

Ketua STN Lombok Timur saat diterima Plt Kepala Distan Lombok Timur

kicknews.today – Belasan anggota Serikat Tani Nasional (STN) Kabupaten Lombok Timur, Selasa (12/3), mendatangi Kantor Dinas Pertanian (Distan) setempat guna mempertanyakan adanya dugaan pungutan liar (pungli), dalam pendistribusian bantuan bibit jagung dan benih padi yang dilakukan oknum tidak bertanggunggjawab.

Ketua STN Lombok Timur Supriyadi di depan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Distan setempat mengatakan, dugaan pungutan tersebut berkisar antara Rp 50 ribu hingga Rp  500 ribu per orang. Dimana disinyalir pungutan itu diduga telah berlangsung setiap ada pemberian bantuan bibit kepada para petani.

“Kami datang ke Kantor Dinas Pertanian Lotim, untuk mempertanyakan mengenai dugaan pungli dalam bantuan bibit jagung dan benih padi kepada para petani,” tegasnya.

Dikatakan, dari laporan petani di empat desa yang diterima pihaknya, termasuk hasil investigasi lapangan, di antaranya Desa Bebidas, Beberiri Jarak, Seruni Mumbul, dan Desa Puncak Jeringo. Dimana sesuai data yang ada di pihaknya, jumlah petani yang terkena pungli mencapai puluhan orang.

“Menurut para petani, pungutan itu terjadi hampir setiap tahunnya pasti ada, terutama saat pendistribusian bantuan bibit kepada petani,” ujarnya sembari menambahkan bahwa dari pengakuan para petani bahwa pungli itu dilakukan oleh oknum ketua kelompok tani (poktan).

Namun menurutnya, tidak mungkin oknum ketua poktan melakukan pungutan kalau tidak ada yang menyuruh atau memerintahkan. Karena itu, pihaknya meminta agar Kadis Pertanian menindaklanjuti persoalan tersebut.

“Padahal sudah jelas bantuan bibit itu gratis, tapi kok kenapa petani ditarik uang dengan alasan yang tidak jelas. Makanya kami datang ke Kantor Dinas Pertanian Lotim, apakah perintah pungutan itu dari dinas atau bagaimana,” ketusnya.

Menanggapi hal tersebut, Plt. Kadinas Pertanian H. Abadi menegaskan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti persoalan tersebut.

“Aspirasi tetap kami terima, akan tetapi tentunya pihaknya tidak dalam hal pengambil keputusan dalam persoalan ini, melainkan tentunya akan didalami masalah ini, siapa yang memerintahkan oknum melakukan pungutan,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Abadi, pihaknya meminta kepada semua pejabat dan pegawai lingkup Distan, untuk tidak melakukan tindakan-tindakan di luar aturan yang telah ada.

“Petani sudah susah lagi dihadapkan dengan masalah pungutan. Itu namanya tidak memiliki rasa prikemanusian dan harus diantisipasi orang seperti itu,” tegasnya. (Sul)