in

KSP Dorong BEM Nusantara Ciptakan Solusi Berbasis Teknologi

Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Dr. Moeldoko, S.I.P. saat menerima cinderamata berupa lukisan dari Plt. Rektor UIN Sumatera Utara Dr. Lisna Andriani (Foto: dok KSP)

kicknews.today – Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Dr. Moeldoko, S.I.P. mendukung generasi muda, untuk menciptakan berbagai solusi berbasis teknologi guna memecahkan akar permasalahan, khususnya dalam ketahanan pangan. Hal itu diungkapkan dalam Temu Nasional XI BEM Nusantara, Selasa (12/3), yang digelar di Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara.

Dalam kegiatan bertajuk “Memperkokoh Kebangsaan Mempersatukan Gerakan untuk Bersiap Menghadapi Revolusi Industri 4.0” itu, di hadapan sekitar 400 mahasiswa Moeldoko berharap agar peserta mampu menciptakan inovasi-inovasi teknologi, untuk memecahkan permasalahan.

“Kami selaku pemerintah terus mendorong anak-anak muda, untuk mampu membuat sebuah perubahan dan inovasi terhadap teknologi, guna menyelesaikan berbagai permasalahan yang kita hadapi, khususnya dalam pemecahan permasalahan pangan,” kata Moeldoko.

Moeldoko menekankan, walaupun ke depan ini kita menghadapi Revolusi Industri 4.0, tetapi persoalan pangan tetap menjadi isu yang paling krusial kita setiap waktunya.

“Ini sesuai dengan kutipan yang disampaikan oleh Presiden Republik Indonesia pertama Almarhum Soekarno, ‘pangan adalah persoalan hidup dan matinya suatu bangsa’,” ucapnya.

Dalam paparannya, Panglima TNI tahun 2013 hingga 2015 itu menjelaskan bahwa dalam global hunger index, Indonesia secara konsisten membaik dari tahun 2000 hingga 2018. Indonesia juga masih dihadapkan dengan stunting dan wasting, yang masih menjadi pesoalan dan harus generasi muda pahami, karena ini menjadi dasar permasalahan jika ingin membangun generasi manusia yang siap menghadapi persaingan global.

Sementara itu Pelaksana Tugas (Plt) Rektor UIN Sumatera Utara Dr. Lisna Andriani dalam sambutannya, berharap kehadiran Kepala Staf Kepresidenan RI, mampu memberi pencerahan bagi peserta acara.

“Saya berharap agar mahasiswa-mahasiswi yang hadir bisa tercerahkan dari paparan Kastaf Presiden, mengenai pentingnya pembahasan ini. Sehingga harapan kita semua, bahwa adik-adik kita ini nantinya bisa menjadi Agent of Change,” ujarnya.

Dalam sesi tanya jawab mahasiswi Universitas Islam Riau, Winda Herman bertanya soal.

Menanggapi pertanyaan terkait sinergi antara Pemerintah Pusat dan Daerah dalam hal ketahanan pangan, Moeldoko mengatakan bahwa pemerintah terus melakukan sinergi dengan semua instansi yang mengurus pangan, agar ke depannya semua pemangku kepentingan dapat bersatu padu, dalam menghadapi sebuah persoalan.

“Kelemahan kita semua saat ini masih seputar lemahnya data yang kita punya,” tandasnya.

Dia mencontohkan persoalan jagung, dimana Pemerintah Pusat ingin jika harga jagung naik, tapi konsumen akan kecewa. Begitu juga sebaliknya, ketika harga turun maka para petani yang menjerit. “Hal-hal yang seperti ini yang sangat diperhatikan, supply dan demand, karena kedua sisi ini sangatlah mempengaruhi satu sama lainnya,” ujar Moeldoko. (red)